
Pada kuartal pertama, perusahaan minyak besar seperti TotalEnergies, Shell, dan BP mengalami peningkatan laba signifikan dari meja perdagangan mereka yang mengelola transaksi fisik minyak dan gas serta risiko harga. Unit perdagangan ini berkembang pesat di tengah volatilitas harga minyak akibat ketegangan geopolitik, seperti gangguan di Selat Hormuz selama perang Iran. Meskipun laba perdagangan bisa tidak konsisten, ini memberikan keunggulan kompetitif, terutama bagi perusahaan minyak Eropa, dengan menghasilkan pendapatan tambahan besar di luar produksi. Namun, analis memperingatkan bahwa perdagangan juga membawa volatilitas arus kas dan peningkatan utang, menjadikannya pedang bermata dua bagi perusahaan ke depan.