
Survei Risiko Politik Willis terbaru menunjukkan risiko kebijakan ekonomi, terutama tarif bea cukai, tetap menjadi perhatian utama perusahaan meski ada konflik di Timur Tengah. Sebanyak 61% responden melaporkan dampak finansial negatif akibat tarif, yang dianggap lebih sulit dikelola dibanding konflik internasional. Survei juga mencatat peningkatan klaim asuransi risiko politik dan kesiapan perusahaan menghadapi pembagian pasar geopolitik antara Timur dan Barat. Ini menunjukkan bisnis global semakin fokus mengelola risiko dari sengketa perdagangan dan tekanan ekonomi, bukan hanya zona perang tradisional.