Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Johnson & Johnson dinilai HOLD karena keuntungan obat menutupi kerugian, tapi pertumbuhan MedTech lambat dan risiko tetap ada.

Ulasan Analis
02 Sep 2026
Seeking Alpha
Lihat Sumber
Netral
Johnson & Johnson dinilai HOLD karena keuntungan obat menutupi kerugian, tapi pertumbuhan MedTech lambat dan risiko tetap ada.

Johnson & Johnson dinilai HOLD untuk 6-12 bulan ke depan karena risiko yang seimbang. Pertumbuhan portofolio obatnya menutupi kerugian dari Stelara, namun segmen MedTech masih menjadi pendorong pertumbuhan yang lemah. Valuasi perusahaan di atas rata-rata historis, mencerminkan ekspektasi pelaksanaan yang kompeten, dengan potensi kenaikan lebih lanjut bergantung pada percepatan pertumbuhan yang jelas di bidang Obat Inovatif dan MedTech. Meskipun arus kas bebas dan profitabilitas kuat, dividen dan pembelian kembali saham melebihi arus kas bebas, dan akuisisi baru belum menunjukkan keberhasilan komersial. Risiko utama meliputi persaingan biosimilar, pemulihan MedTech yang tertunda, ketidakpastian hasil dari merger dan akuisisi, serta litigasi talc yang sedang berlangsung yang dapat memengaruhi arus kas dan peringkat kredit.

Berita Lainnya (JNJ)

Dividen stabil Procter & Gamble ungguli Johnson & Johnson meski J&J tumbuh dan akan spin-off.

Dividen stabil Procter & Gamble ungguli Johnson & Johnson meski J&J tumbuh dan akan spin-off.

Procter & Gamble (P&G) dan Johnson & Johnson (J&J) baru-baru ini menaikkan dividen lama mereka, namun dividen P&G lebih stabil karena tidak ada perubahan korporasi yang direncanakan. J&J bersiap melakukan spin-off unit DePuy Synthes pada pertengahan ...

Fundamental Perusahaan
Netral
3 hari lalu
Pembayaran bulanan ETF JEPI menyusut di tengah pasar bullish 2026, bisa naik jika Fed naikkan suku bunga September.

Pembayaran bulanan ETF JEPI menyusut di tengah pasar bullish 2026, bisa naik jika Fed naikkan suku bunga September.

ETF JEPI milik JPMorgan mengalami penurunan pembayaran bulanan sepanjang 2026 meski S&P 500 naik tajam. Strategi JEPI yang menjual premi opsi pada saham bervolatilitas rendah membatasi keuntungan saat pasar tenang dan naik. Namun, potensi kenaikan su...

Berita Pasar
Netral
3 hari lalu
ETF Kesehatan XLV turunkan pendapatan dividen; beli saham langsung hasilkan yield lebih baik.

ETF Kesehatan XLV turunkan pendapatan dividen; beli saham langsung hasilkan yield lebih baik.

Health Care Select Sector SPDR Fund (XLV) memberikan eksposur luas sektor kesehatan tapi yield dividennya rendah sekitar 1,5% karena struktur cap-weighted yang mengutamakan saham besar dengan yield rendah seperti Eli Lilly. Membeli langsung saham ung...

Berita Pasar
Netral
3 hari lalu
Empat saham kesehatan tetap naikkan dividen meski dua resesi, tunjukkan potensi pendapatan stabil.

Empat saham kesehatan tetap naikkan dividen meski dua resesi, tunjukkan potensi pendapatan stabil.

Meski menghadapi dua resesi besar dalam dua dekade terakhir, empat perusahaan kesehatan—Johnson & Johnson, Abbott Laboratories, Medtronic, dan Becton Dickinson—terus menaikkan dividen setiap kuartal. Arus kas yang kuat dan permintaan produk kesehatan...

Berita Pasar
Bullish
4 hari lalu
3 Saham Dividen Ini Terus Naik Sejak Resesi 1970, Jadi Favorit Pensiunan.

3 Saham Dividen Ini Terus Naik Sejak Resesi 1970, Jadi Favorit Pensiunan.

Coca-Cola, Johnson & Johnson, dan Procter & Gamble terus menaikkan dividen mereka selama setiap resesi di AS sejak 1970, menjadikannya sumber pendapatan andalan bagi pensiunan. Ketiga perusahaan ini memiliki arus kas kuat, neraca sehat, dan skala glo...

Berita Pasar
Bullish
4 hari lalu
banner-footerbanner-footer

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi #1