
Meski risiko geopolitik dari konflik Iran dan potensi gangguan di Selat Hormuz masih ada, pasar saham menunjukkan ketahanan luar biasa, terutama didorong oleh antusiasme terhadap kemajuan AI. Setelah koreksi awal, pasar pulih tajam seperti saat pemulihan COVID-19 tahun 2020. Investor kini mempertimbangkan apakah kenaikan baru-baru ini, terutama saham semikonduktor seperti Intel, akan mengalami koreksi, sementara raksasa teknologi undervalued seperti Microsoft menawarkan peluang beli. Prospek tetap tidak pasti dengan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, namun fokus pada nilai relatif di saham teknologi bisa menjadi strategi bijak.