
Wapres AS JD Vance bertemu Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani di Washington untuk membahas negosiasi Iran, hubungan AS-Qatar, dan stabilitas regional di tengah kondisi gencatan senjata yang rapuh. Pembicaraan ini terjadi saat AS memperluas komitmen pertahanan di Teluk dengan menyetujui penjualan senjata lebih dari $8,6 miliar ke sekutu regional termasuk Qatar. Pasar energi tetap sensitif karena risiko geopolitik, terutama di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur energi global penting. Diskusi ini menyoroti pentingnya infrastruktur LNG Qatar dan upaya mengelola ketegangan Timur Tengah yang memengaruhi harga dan keamanan energi global.