
Harga tembaga melonjak ke rekor tertinggi $40,46 untuk ETF CPER dan lebih dari $6,60 per pon di pasar berjangka, didorong oleh permintaan pusat data AI yang meningkat dan pasokan global yang ketat. Gangguan pasokan di tambang Grasberg Indonesia dan penurunan persediaan di China memperparah ketatnya pasar. Pertumbuhan ekspor produk teknologi bersih dan industri China yang membutuhkan tembaga semakin memperketat pasokan. Kenaikan harga mencerminkan momentum kuat di pasar tembaga, dengan tantangan pasokan diperkirakan berlanjut hingga 2027 saat Grasberg diperkirakan kembali berproduksi penuh.