
Harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran berada di "ambang kegagalan" dan menolak proposal Iran untuk mengakhiri konflik. Trump menyebut gencatan senjata itu sangat lemah dan menolak saran Iran sebagai "omong kosong," menandakan konflik di Timur Tengah bisa berlanjut. Sejak perang dimulai pada 28 Februari, harga minyak naik lebih dari 40% karena kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan. Para ahli memperingatkan harga bisa tetap bergejolak jika negosiasi AS-Iran mandek, dengan upaya diplomatik melibatkan China yang mungkin segera dilakukan.