
Harga Bitcoin sempat turun di bawah $80.000, mencapai titik terendah sekitar $79.802, setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang berkepanjangan. Kenaikan CPI tahunan sebesar 3,8% pada April menekan aset berisiko termasuk kripto, sementara ketegangan geopolitik dan naiknya biaya energi menambah kehati-hatian pasar. Meski begitu, pemegang Bitcoin besar terus melakukan akumulasi, menunjukkan adanya kepercayaan, namun permintaan spot yang lemah dan aktivitas derivatif yang menurun menunjukkan pasar belum siap untuk lonjakan kuat. Level resistensi utama yang perlu diperhatikan adalah $82.300; jika berhasil menembus dengan permintaan yang membaik, bisa menandakan kelanjutan tren bullish, jika tidak, kemungkinan harga akan bergerak sideways.