
Otoritas China memulai penyelidikan terhadap produsen kendaraan listrik (EV) setelah pemilik melaporkan penurunan jarak tempuh hingga 125 mil (200 km) setelah pembaruan perangkat lunak. Penyelidikan ini dipicu oleh keluhan tentang degradasi baterai dan waktu pengisian yang lebih lama setelah pembaruan over-the-air, melibatkan lebih dari delapan produsen EV, dengan tiga di antaranya sedang diselidiki secara resmi. Tesla dan BYD, antara lain, membantah tuduhan tersebut. Penyelidikan ini muncul di tengah pertumbuhan penjualan Tesla yang kuat di China dan penurunan penjualan domestik BYD baru-baru ini. Kasus ini menyoroti kekhawatiran yang meningkat terkait manajemen perangkat lunak EV dan kinerja baterai di pasar China.