Home/Umpan Berita/Saham Arm turun 53% meski pendapatan tumbuh 20%+, memicu debat soal valuasi dan prospek CPU AI. Saham Arm Holdings turun 53,5% dari puncak 52 minggunya ke $210,33 di tengah penurunan sektor semikonduktor, meski pendapatannya tumbuh lebih dari 20%. Perusahaan mendapat pendapatan dari royalti, lisensi, dan penjualan silikon, dengan royalti pusat data yang meningkat dua kali lipat dan permintaan kuat untuk CPU AGI baru mereka. Meskipun rasio P/E trailing tinggi 217x dan pendapatan kuartal terakhir meleset, analis melihat potensi kenaikan 38% dengan target rata-rata $290, didukung oleh kenaikan estimasi laba dan pangsa pasar yang berkembang. Laporan kuartal mendatang akan penting untuk kejelasan margin silikon dan pertumbuhan di tengah risiko seperti lemahnya pasar smartphone dan persidangan Qualcomm yang akan datang.
Per 26 Oktober 2026 pukul 20.01 WIB, harga saham Arm Holdings di Pluang adalah USD 213,38 dengan kenaikan 1,45%, namun masih turun sekitar 51,5% dari harga tertinggi 52 minggu sebesar USD 439,46. Sementara itu, Qualcomm diperdagangkan pada USD 177,00, naik 0,62% dan lebih dekat ke harga tertinggi 52 minggu sebesar USD 251,10. Kapitalisasi pasar Arm sebesar $224,63 miliar, lebih besar dibandingkan Qualcomm yang $187,84 miliar, menunjukkan valuasi premium Arm meski mengalami volatilitas baru-baru ini.