Home/Umpan Berita/CoreWeave hadapi tantangan utang tapi CEO yakin bisnis kuat dan permintaan tinggi. CoreWeave menghadapi kesulitan pembiayaan infrastruktur AI karena beban utang besar sekitar $51,6 miliar. Meski saham turun dan imbal hasil obligasi naik, COO Blackstone Jon Gray percaya bisnis inti perusahaan kuat dan CEO yang kompeten akan mengatasi tantangan ini. Permintaan daya komputasi tetap tinggi, dan jika CoreWeave berhasil melewati hambatan saat ini, nilai aset dan daya tawar harga bisa meningkat signifikan. Sementara itu, Blackstone melaporkan hasil Q3 yang beragam tapi optimis Q4 dan pertumbuhan hingga 2027 dengan kekuatan ekonomi dan pemulihan pasar IPO.
Saham CoreWeave diperdagangkan pada harga USD 58,89 dengan penurunan 4,74% di Pluang per 22 Oktober 2026 pukul 21.21 WIB, menunjukkan tekanan pembiayaan yang sedang berlangsung. Sementara itu, Blackstone yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar $87,43 miliar justru mengalami kenaikan saham sebesar 3,96% menjadi USD 113,91 pada waktu dan platform yang sama, tetap optimis terhadap prospek CoreWeave. Pergerakan yang berbeda ini menunjukkan fokus investor pada tantangan dan potensi di infrastruktur AI serta strategi keuangan kedua perusahaan tersebut.