BiayaKeamanan
Pluang+

Bitcoin turun di bawah $82.000 seiring Nasdaq melemah karena ketegangan AS-Iran dan penurunan saham teknologi

Berita Pasar
23 Okt 2026
Tokenpost
Lihat Sumber
Bearish
Bitcoin turun di bawah $82.000 seiring Nasdaq melemah karena ketegangan AS-Iran dan penurunan saham teknologi

Bitcoin turun ke level terendah intraday $81.136, turun sekitar 2,3% dalam 24 jam setelah Presiden Trump mengancam kemungkinan aksi militer AS terhadap Iran. Nasdaq Composite turun 2,6% dan S&P 500 turun 1,2%, terdampak risiko geopolitik, kenaikan harga energi, dan kekhawatiran atas valuasi saham AI. Imbal hasil Treasury menurun karena investor mencari aset yang lebih aman. Pasar kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada 28 Oktober yang bisa memengaruhi harga aset lebih lanjut.

Harga Bitcoin yang turun baru-baru ini memberikan konteks terhadap aktivitas pasar cryptocurrency di Pluang per 24 Oktober 2026 pukul 01.31 WIB. Dari 50 cryptocurrency utama yang diperdagangkan di Pluang, 43 mengalami kenaikan dan 6 mengalami penurunan hari ini. Beberapa aset yang menonjol adalah ATOM (Cosmos) dengan harga Rp31.868 dan perubahan harian +3,75% serta waktu tahan rata-rata 61 hari, LUNC (Terra Classic) dengan harga Rp0,841 dan perubahan harian +3,57% serta waktu tahan rata-rata 195 hari, dan YFI (Yearn) dengan harga Rp39.837.602 dan perubahan harian +3,00% serta waktu tahan rata-rata 94 hari. Aktivitas order di Pluang menunjukkan minat beli dan jual yang beragam pada aset-aset ini.

Berita Lainnya

CHMP rekomendasikan persetujuan TALVEY plus daratumumab untuk pengobatan awal myeloma multipel kambuh/resisten.

CHMP rekomendasikan persetujuan TALVEY plus daratumumab untuk pengobatan awal myeloma multipel kambuh/resisten.

CHMP dari Badan Obat Eropa merekomendasikan persetujuan TALVEY (talquetamab) Johnson & Johnson yang dikombinasikan dengan daratumumab, dengan atau tanpa pomalidomide, untuk pengobatan pasien dewasa dengan myeloma multipel kambuh atau resisten yang te...

Berita Pasar
Bullish
1 jam lalu
CHMP rekomendasikan persetujuan TALVEY® plus daratumumab untuk pengobatan myeloma multipel relaps lebih awal

CHMP rekomendasikan persetujuan TALVEY® plus daratumumab untuk pengobatan myeloma multipel relaps lebih awal

CHMP dari Badan Obat Eropa merekomendasikan persetujuan TALVEY® (talquetamab) dari Johnson & Johnson yang dikombinasikan dengan daratumumab untuk pengobatan myeloma multipel relaps atau refrakter pada tahap pengobatan lebih awal, mulai dari lini kedu...

Berita Pasar
Bullish
1 jam lalu
CHMP rekomendasikan persetujuan TALVEY® Johnson & Johnson dengan daratumumab untuk pengobatan mieloma multipel lebih awal.

CHMP rekomendasikan persetujuan TALVEY® Johnson & Johnson dengan daratumumab untuk pengobatan mieloma multipel lebih awal.

CHMP dari Badan Obat Eropa merekomendasikan persetujuan TALVEY® (talquetamab) Johnson & Johnson bersama daratumumab untuk pengobatan mieloma multipel relaps atau refrakter pada pasien yang telah menjalani minimal satu terapi sebelumnya. Kombinasi ini...

Berita Pasar
Bullish
1 jam lalu
Fortrea dan Omico bermitra percepat uji klinis obat kanker berbasis biomarker di Australia

Fortrea dan Omico bermitra percepat uji klinis obat kanker berbasis biomarker di Australia

Fortrea Holdings dan Omico menjalin kemitraan untuk mempercepat riset onkologi presisi di Australia dengan menghubungkan pasien kanker ke uji klinis yang sesuai biomarker. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian uji klinis onkologi Fortrea dengan platf...

Berita Pasar
Bullish
1 jam lalu
Fortrea dan Omico kerja sama percepat uji klinis obat kanker berbasis biomarker di Australia

Fortrea dan Omico kerja sama percepat uji klinis obat kanker berbasis biomarker di Australia

Fortrea Holdings dan Omico menjalin kemitraan untuk mempercepat riset onkologi presisi di Australia dengan menggabungkan keahlian uji klinis Fortrea dan platform skrining onkologi presisi Omico, PrOSPeCT. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisien...

Berita Pasar
Bullish
1 jam lalu
banner-footerbanner-footer

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi #1