
Harga Bitcoin naik melewati $82.000, didorong oleh penurunan 0,5% nilai dolar AS setelah pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tentang tujuan militer dan turunnya harga minyak. Meski harga naik, sentimen investor tetap hati-hati dengan permintaan futures Bitcoin yang rendah dan premi hanya 1%, jauh di bawah kisaran normal 4-8%. Kekhawatiran ini muncul sejak Bitcoin mencapai puncak sekitar $90.000 pada Januari, sehingga keberlanjutan kenaikan ini diragukan. Volatilitas sempat terjadi setelah pengumuman Michael Saylor tentang kemungkinan penjualan Bitcoin untuk membayar dividen, namun pasar akhirnya stabil kembali.