
Bitcoin gagal melewati rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar $83.300 dan turun kembali di bawah $81.000, memicu kekhawatiran pengulangan breakout palsu Maret 2022 yang berujung penurunan tajam. Pasar kripto lebih luas menunjukkan kelemahan, dengan Indeks Platform Kontrak Pintar CoinDesk turun lebih dari 2% saat trader mengurangi eksposur ke Ethereum dan token serupa. Analis menyebut langkah Bitcoin berikutnya tergantung pada permintaan spot, pasokan di bursa, dan kesehatan pasar derivatif, dengan potensi mencapai $85.000 jika kondisi membaik. Namun, indikator teknikal seperti RSI memperingatkan kemungkinan koreksi, sehingga prospek pasar tetap optimis hati-hati namun tidak pasti.