
Caterpillar akan melaporkan hasil Q3 pada 29 Oktober setelah saham turun 15,4% dalam sebulan meski memiliki backlog rekor $72 miliar. Kuartal lalu, pendapatan mencapai $20,54 miliar, naik 24% dibanding tahun lalu, dan proyeksi pertumbuhan penjualan 2026 dinaikkan ke angka pertengahan hingga tinggi. Penjualan pembangkit listrik naik 72% karena permintaan pusat data AI, sementara tarif masih jadi tantangan biaya. Investor akan memantau kecepatan konversi backlog dan bagaimana manajemen menangani tarif serta kapasitas produksi dalam laporan mendatang.
Saham Caterpillar diperdagangkan pada harga USD 687,00 di Pluang per 25 Oktober 2026 pukul 22.31 WIB, turun 2,42% dalam satu hari meskipun memiliki kapitalisasi pasar sebesar $315,80 miliar. Harga saham ini masih jauh di bawah puncak 52 minggu sebesar $1,06K, menunjukkan kehati-hatian investor yang berlanjut. Pergerakan harga ini terjadi saat perusahaan bersiap melaporkan hasil kuartal ketiga dengan backlog besar sebesar $72 miliar, menyoroti fokus pasar pada bagaimana pesanan ini akan memengaruhi penjualan dan pendapatan di masa depan.