
Saham Beyond Meat turun hampir 10% setelah jam perdagangan menyusul proyeksi penjualan kuartal kedua yang di bawah ekspektasi Wall Street. Perusahaan yang dikenal dengan burger nabati dan minuman protein ini menghadapi penurunan permintaan konsumen untuk daging alternatif. Dalam setahun terakhir, sahamnya turun hampir 56%, menandakan tantangan berkelanjutan di pasar daging alternatif. Proyeksi yang lemah ini menunjukkan Beyond Meat mungkin akan terus mengalami kesulitan dalam waktu dekat seiring menurunnya minat konsumen.