
Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips diperkirakan akan mendapat keuntungan besar dari gangguan besar pasokan minyak dan gas di Timur Tengah, dengan harga minyak Brent diprediksi naik ke $150–$200 per barel akibat penutupan Selat Hormuz dan cadangan yang menipis. Ketiga perusahaan ini memiliki aset minyak dan LNG yang tersebar di luar Timur Tengah, sehingga siap meraih keuntungan saat pasokan global menipis. Chevron menjadi favorit karena pertumbuhan dividen yang kuat dan hasil dividen lebih tinggi dibanding pesaingnya. Situasi ini bisa menjadi salah satu pasar bullish minyak terbesar dalam sejarah, menarik bagi investor yang mencari pendapatan dan pertumbuhan dividen di tengah ketegangan geopolitik.