
Harga nikel spot naik sedikit pada Juli, mencapai USD 17.048 per ton dari USD 16.733. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan melonggarkan kuota ekspor bijih nikel secara penuh, menjaga pembatasan pasokan. Pembaruan penting termasuk produksi nikel Vale di kuartal kedua naik 4% secara tahunan menjadi 42.000 ton, dan Nickel Industries melaporkan kenaikan EBITDA disesuaikan kuartal kedua menjadi sekitar US$120 juta dari US$86 juta tahun sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan permintaan yang stabil dan pengelolaan pasokan yang penting bagi investor yang mengikuti sektor kendaraan listrik dan logam baterai.