
AS memperkuat upaya mengurangi ketergantungan pada China untuk komponen militer penting setelah AI mengungkap kerentanan dalam rantai pasok pertahanan. CEO Exiger Brandon Daniels menjelaskan bagaimana China selama dua dekade menargetkan sektor manufaktur utama melalui taktik ekonomi, mengurangi jumlah produsen pertahanan AS dari lebih 360 menjadi kurang dari 120. AS berupaya menghidupkan kembali produksi domestik dengan otomatisasi, robotik, dan AI untuk mengamankan pertahanan nasional di tengah ketegangan geopolitik dan risiko rantai pasok. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dan industri memperkuat keamanan nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan yang dikendalikan asing.