
Suku bunga KPR yang mendekati level tertinggi dalam dua dekade membuat penjualan rumah bekas di AS terhenti pada level yang sama dengan saat Krisis Keuangan Besar. Pemilik rumah dengan suku bunga rendah 4% enggan menjual, membatasi pasokan rumah baru dan memperlambat aktivitas pasar. Sekuritas hipotek yang dijamin pemerintah tetap berisiko rendah, mendukung perusahaan seperti AGNC Investment Corp. yang mampu menutupi dividen dari pendapatan selisih hipotek. Situasi ini menunjukkan dampak kebijakan The Fed terhadap pasar perumahan dan tantangan bagi pembeli dan penjual ke depan.
AGNC Investment Corp. menawarkan hasil dividen yang menarik sebesar 16,57%, mencerminkan pendapatan kuat dari selisih hipotek. Meskipun harga turun tipis 0,12% menjadi USD 8,68, saham ini tetap aktif diperdagangkan di Pluang dengan volume lebih dari 23 juta saham per 3 November 2026 pukul 19.52 WIB. Hasil tinggi ini terkait dengan berita tentang suku bunga hipotek dan kemampuan perusahaan untuk menutupi dividen di tengah pasar perumahan yang menantang.