
Analis Mark Bern menyoroti lima saham dividen—HTO, ES, SNY, NLY, dan AMCR—yang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya dengan neraca keuangan kuat dan potensi pertumbuhan baik. Saham-saham ini diperkirakan memberikan imbal hasil total tahunan rata-rata dua digit antara 11,6% hingga 20% hingga 2030, dengan yield dividen rata-rata hampir 7%. Proyeksi ini mempertimbangkan pertumbuhan laba per saham, kenaikan dividen, dan rasio harga terhadap laba yang ditargetkan, menunjukkan potensi imbal hasil kuat bahkan saat resesi atau inflasi. Portofolio dengan bobot sama dari saham-saham ini dapat menghasilkan imbal hasil total tahunan sekitar 15% selama lima tahun, dengan lebih dari sepertiga berasal dari dividen.