Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?
shareIcon

Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?

4 Jun 2021, 4:25 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?

Investasi Ethereum tengah menjadi sorotan para pecinta aset kripto. Pasalnya, aset kripto yang digadang-gadang bakal menyalip Bitcoin ini kinerjanya suam-suam kuku semenjak harganya terjun dari puncak. Lalu sepenting apa sih investasi Ethereum dalam portofolio aset kripto Sobat Cuan? Yuk simak!

Kinerja Ethereum pada tahun ini awalnya sangat menggembirakan. Bayangkan, harganya meroket ke level tertinggi di kisaran US$4.100 pada pertengahan Mei lalu, dari kisaran US$740 di awal tahun. Namun roket yang meluncur ke atas itu juga cepat jatuhnya. Alhasil harga Ethereum pun kini lunglai di kisaran US$2.800.

Investasi Ethereum telah mendapat banyak kritik selama beberapa tahun terakhir, tetapi ia dinilai memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang lebih baik daripada Bitcoin. Ethereum memiliki kapitalisasi pasar yang lebih kecil dan tidak memiliki pengakuan global sebanyak Bitcoin, yang sebenarnya jadi salah satu aspek potensi pertumbuhan.

Sekadar meluruskan, Ethereum sebenarnya bukan cryptocurrency. Ia adalah jaringan komputasi global untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps). Ether (ETH) adalah cryptocurrency yang menggerakkan jaringan Ethereum, dan ini adalah bentuk pembayaran yang diperlukan untuk ruang komputasi di blockchain Ethereum.

Di tengah kontroversi penggunaan namanya, semua sepakat bahwa kini harga ETH sedang tiarap. Pertanyaan berikutnya, apakah investasi Ethereum masih worth it setelah harganya jeblok?

Posisi Ethereum

Meskipun Bitcoin sangat bagus sebagai penyimpan nilai, Bitcoin tidak mendukung smart contract atau kontrak pintar seperti Ethereum. Bisa dibilang, Ethereum sama-sama mampu menjadi penyimpan nilai, malahan lebih banyak lagi.

Ether telah bersaing dengan Bitcoin untuk cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar sejak dirilis pada tahun 2015 dan hampir menyalip aset kripto nomor 1 itu pada Februari 2018.

Baca juga: Mengenal Metode Analisis Fundamental Aset Kripto

Kedua koin ini telah mencapai titik tertinggi baru sejak saat itu, dan tampaknya ada lebih banyak ruang untuk keduanya tumbuh pada tahun 2021. Beberapa ahli memperkirakan Ethereum akan “membalik” siklus pasar Bitcoin, dan menjadi blockchain dan aset kripto yang dominan berdasarkan kapitalisasi pasar.

Satu hal yang pasti, pasar aset kripto jauh lebih fluktuatif daripada pasar saham. Jika Sobat Cuan sangat menghindari risiko, ini mungkin bukan pasar yang cocok untuk kamu. Tetapi jika kamu adalah investor ‘bertangan berlian’ yang tidak memperhitungkan kerugian jangka pendek, Ethereum mungkin merupakan investasi yang bagus.

Investasi Ethereum vs Bitcoin

Ethereum dan Bitcoin memiliki kasus penggunaan yang sangat berbeda. Bitcoin bertindak sebagai penyimpan nilai, sama seperti emas. Ether juga bertindak sebagai penyimpan nilai, tetapi blockchain Ethereum dan bahasa pemrograman Solidity membawa dApps ke level yang lebih tinggi.

Platform Ethereum hadir dengan bahasa pemrogramannya sendiri yang disebut Solidity yang memungkinkan pembuat kode untuk menulis program yang disebut “kontrak pintar.”

Kontrak pintar Ethereum dapat mengotomatisasi ribuan produk keuangan, proses rantai pasokan, dan merupakan blok pembangun NFT. Apa itu NFT? Sobat Cuan bisa baca di artikel ini ya!

Kontrak pintar ini juga dapat digunakan untuk membangun aplikasi lengkap seperti bursa terdesentralisasi (DEX) dan market maker otomatis (AMM).

Baca juga: Alasan Pentingnya Diversifikasi Investasi Aset Kripto di Saat Pasar Loyo

Adapun kontrak pintar yang sangat mendasar secara teknis dimungkinkan pada blockchain Bitcoin. Namun, bahasa pemrograman khusus Ethereum dan tim pengembang yang besar membuatnya menjadi pemenang jika dilihat secara jangka panjang.

Mungkin, masih agak samar untuk menyebut mana investasi yang lebih baik. untuk membandingkannya, kamu bisa coba baca artikel ini.

Sangat mungkin bahwa Bitcoin dan Ethereum akan bertahan dalam ujian waktu dan ‘hidup berdampingan’ di masa depan. Pada akhirnya, keputusan investasi kamu harus dibuat olehmu sendiri (atau penasihat investasi).

Hal terbaik yang dapat Sobat Cuan lakukan adalah mempelajari sendiri sebanyak mungkin sebelum mempertaruhkan uang hasil jerih payah kamu. Selain itu, jangan pernah menginvestasikan uang yang tidak ingin kamu hilangkan sepenuhnya. Pahami risikonya.

Kelebihan Investasi Ethereum

Ethereum adalah investasi spekulatif. Seperti investasi apa pun, Sobat Cuan mungkin akan kehilangan sebagian dari investasi kamu jika Ethereum turun nilainya.

Kinerja Ethereum yang luar biasa sebelumnya telah menarik investor tradisional dan institusional. Ethereum dan aset kripto lainnya memberi kamu beberapa keuntungan berikut dibandingkan investasi tradisional:

  • Volatilitas. Meskipun hal ini sebelumnya dianggap negatif, investor yang lebih cerdas telah menyadari pola siklus pasar dan mampu memanfaatkan keuntungan parabolic yang dihasilkan oleh bubble di pasar.
  • Likuiditas. Ethereum bisa dibilang salah satu aset investasi paling likuid karena pembentukan platform perdagangan, bursa, dan pialang online di seluruh dunia. Kamu dapat dengan mudah menukar Ethereum dengan uang tunai atau aset seperti emas secara instan dengan biaya yang sangat rendah. Likuiditas tinggi yang terkait dengan Bitcoin menjadikannya wadah investasi yang bagus jika kamu mencari keuntungan jangka pendek. Mata uang digital ini juga dapat menjadi investasi jangka panjang karena permintaan pasar yang tinggi.

Baca juga: 4 Kesalahan Investasi Ethereum yang Sebaiknya Kamu Hindari

  • Risiko inflasi yang lebih rendah. Tidak seperti mata uang dunia yang diatur oleh pemerintahnya, Ethereum memiliki proyeksi inflasi transparan yang tidak terlalu banyak memiliki campur tangan. Sistem blockchain yang tidak terbatas, dan tidak perlu khawatir tentang aset kripto terkena deflasi.
  • Keuangan Terdesentralisasi. Ethereum dan DeFi relatif muda, dengan NFT dan banyak aplikasi baru lainnya menjadi lebih umum setiap hari. Hal baru ini membawa perubahan harga dan volatilitas yang tidak terduga, yang dapat menciptakan peluang untuk keuntungan besar.

Kekurangan Investasi Ethereum

Ethereum mungkin berperan di masa depan pertukaran moneter dan sistem komputasi global. Tetapi hal itu sama pentingnya bagi Sobat Cuan untuk menyadari kekurangan atau risiko seputar investasi aset kripto.Berikut beberapa risiko yang terkait dengan investasi di Ethereum:

  • Volatilitas Tinggi. Jika kamu kebetulan membeli Bitcoin pada 17 Desember 2017, harganya US$20.000. Beberapa minggu kemudian harga anjlok, kamu bahkan tidak dapat menjual investasimu senilai lebih dari US$7.051. Maka dari itu, untuk menghindari kerugian yang menyakitkan dalam jangka pendek, tetaplah perhatikan pasar.
  • Peraturan baru. Pemerintah tidak mungkin membiarkan aset kripto tidak diatur untuk waktu yang lama. Peraturan baru dapat mengganggu model bisnis, dan menyebabkan pelemahan yang sepenuhnya di luar kendali kamu.
  • Ancaman peretasan online. Peretasan adalah ancaman yang dihadapi banyak investor aset kripto. Sebagian besar bursa memungkinkan kamu membeli dan menjual aset kripto menggunakan aplikasi seluler atau situs web. Namun banyak pengguna juga menyimpan aset kripto mereka di dompet bursa. Ini membuat mereka rentan kehilangan investasi mereka jika sistem bursa diretas, dan password mereka dicuri.
  • Kompetisi. Ada banyak sekali platform kontrak pintar yang muncul dan membuat Ethereum tersaingi, seperti Binance Smart Chain, Cardano, dan Polkadot. Cryptocurrency ini menawarkan skalabilitas yang lebih baik daripada ETH, tetapi mereka tidak memiliki ekosistem kontrak pintar yang kuat yang dimiliki Ethereum di jaringannya.

Baca juga: Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

Apakah Ethereum Masih Worth It?

Jadi bagaimana menurut kamu Sobat Cuan? Kalau dilihat dari posisi di market dan potensinya dalam jangka panjang, Ethereum merupakan salah satu aset kripto penting dalam portofolio kamu. Masa depannya cukup menjanjikan, mengingat ETH akan menjadi bahan bakar utama di Decentralized Finance, yang digadang akan menjadi masa depan jasa keuangan.

Namun, selalu ingat untuk mempelajarinya dan memahami risikonya ya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Benzinga

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1