Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!
shareIcon

Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

27 May 2021, 6:00 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

Sobat Cuan yang bergelut di kancah aset kripto paham bahwa dinamika pasar antar satu aset kripto dengan lainnya sangat berbeda. Salah satunya menyangkut pergerakan dan hubungan antara Bitcoin dan altcoin.

Mungkin kamu tahu bahwa diantara mereka berdua, pergerakannya kadang akur, atau malah berlawanan. Seperti yang ditunjukkan oleh pasar kripto sebulan belakangan.

Beberapa minggu ini bisa dikatakan merupakan situasi dimana altcoin dielu-elukan. Pasalnya, di saat Bitcoin selaku aset kripto dengan nilai kapitalisasi terbesar loyo, altcoin malah mampu memberikan cuan yang tinggi.

Salah satu organisasi yang mengukur hal ini adalah Blockchain Center. Di sini kamu bisa melihat bahwa mereka memiliki Altcoin Season Index yang mengukur musim altcoin. Dalam perhitungan mereka, jika 75% dari 50 koin teratas berkinerja lebih baik daripada Bitcoin selama musim lalu (90 hari), maka hal itu bisa didefinisikan sebagai musim altcoin.

Altcoin Season Index
Sumber: Blockchain Center

Bagan di atas memperlihatkan kondisi terkini dari Altcoin Season Index, di mana saat ini sedang terjadi musim altcoin.

Tapi, ada kalanya altcoin pun ikutan terjun bersama dengan Bitcoin.

Contohnya terjadi pada pertengahan Mei ini, di mana harga Bitcoin dan altcoin longsor berbarengan setelah Bloomberg melaporkan bahwa Departemen Penegakan Hukum AS beserta Badan Pendapatan AS (IRS) tengah menginvestigasi dugaan aktivitas transaksi ilegal antar pengguna yang berada di platform aset kripto Binance.

Jadi, sebenarnya bagaimana sih hubungan Bitcoin dan altcoin? Apakah memang ada hubungan? Ataukah hubungan mereka bersifat HTS alias hubungan tanpa status?

Baca juga: Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

Hubungan antara Bitcoin dan Altcoin

Sebelum mempelajari secara spesifik, berikut adalah pengantar singkat tentang persamaan dan perbedaan antara Bitcoin dan koin alternatif. Ini akan memberi kita dasar yang lebih baik saat mendalami korelasi Bitcoin dan altcoin secara spesifik nantinya.

Bitcoin adalah:

  • Cryptocurrency paling populer
  • Satu-satunya cryptocurrency yang sepenuhnya terdesentralisasi
  • Mempertahankan mayoritas pangsa pasar (saat ini menguasai sekitar 50% pasar aset kripto)
  • Menjadi tujuan investasi akhir dari sebagian besar trader
  • Kecil kemungkinannya untuk mengalami lonjakan harga yang besar

Sementara itu, altcoin adalah:

  • Aset kripto yang punya banyak kegunaan. Sebagian mendapatkan reputasi dari fundamental, sementara yang lain hanya tumbuh berdasarkan sensasi
  • Tidak sepenuhnya terdesentralisasi karena pendiri mereka memegang sebagian besar koin
  • Punya nilai kapitalisasi pasar kecil yang dapat dengan mudah dimanipulasi
  • Sebagian besar merupakan sarana untuk mencapai tujuan atau jalan tengah untuk mendapatkan lebih banyak Bitcoin di masa mendatang
  • Lebih cenderung mengalami lonjakan harga yang besar

Secara keseluruhan, orang dapat melihat Bitcoin sebagai pilihan investasi yang kurang berisiko dan lebih pasti. Sementara itu, altcoin (setidaknya sebagian besar) termasuk dalam kategori ‘perjudian’. Altcoin baru biasanya sangat berisiko, terutama saat kapitalisasi pasarnya rendah.

Mengapa Harga Altcoin Turun saat Bitcoin Naik?

Sebenarnya hal ini sangat mudah dijawab kalau kamu melihat sentimen pasar secara keseluruhan. Kembali lagi, masalah penawaran dan permintaan menjadi akar dari hubungan tersebut.

Karena tujuan sebagian besar trader atau investor adalah untuk meningkatkan posisi Bitcoin mereka, maka mereka tidak perlu terus memegang altcoin jika koin utama mereka meningkat. Seperti inilah prosesnya:

  1. Trader memiliki posisi kecil di banyak koin alternatif berbeda.
  2. Bitcoin mulai bergerak ke arah atas.
  3. Tiba-tiba, altcoin trader mulai kehilangan nilai (Bitcoin) mereka.
  4. Dalam upaya untuk menghindari kerugian lebih lanjut, trader memindahkan dana mereka ke Bitcoin untuk mendapatkan keuntungan dari tren naik.
  5. Karena itu, sebagian besar pelaku pasar keluar dari altcoin (penurunan permintaan) dan ke Bitcoin (peningkatan permintaan).
  6. Ini menghasilkan momentum kenaikan harga untuk Bitcoin dan penurunan harga yang cukup besar untuk altcoin.

Baca juga: Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

Secara keseluruhan, penting untuk diingat bahwa ada tiga kategori besar koin tempat kamu dapat menyimpan nilai. Yaitu:

  • Bitcoin (BTC)
  • Altcoin (sebagian besar cryptocurrency lainnya)
  • Stablecoin (cryptocurrency yang pergerakannya berdasarkan mata uang FIAT)

Kebanyakan orang akan pindah ke Bitcoin saat pasar naik dan ke stablecoin saat pasar bergerak mendatar. Dalam kedua opsi tersebut, altcoin cenderung ‘menderita’. Di sisi lain, ketika pasar relatif stabil, dan lebih banyak trader membeli posisi altcoin (menyebabkan mereka meningkat nilainya), pasar mengalami musim altcoin.

Tapi, Mengapa Kadang Altcoin Juga Mengikuti Harga Bitcoin?

Namun, dalam sebagian besar situasi pasar, harga altcoin bisa saja sangat terkait dengan harga Bitcoin. Altcoin seringkali mengikuti pergerakan harga Bitcoin dengan perbedaan yang sedikit hingga besar. Mengapa?

1. Dominasi Bitcoin di Kapitalisasi Pasar Kripto

Alasan mendasar di balik altcoin mengikuti Bitcoin adalah karena harga altcoin biasanya diukur dalam Bitcoin. Aset kripto pionir ini mungkin diapit oleh lebih dari 3.000 pesaing, tetapi masih menguasai lebih dari setengah dari seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Dominasi pasar kripto ini memberi Bitcoin banyak pengaruh dan kendali.

2. Bitcoin adalah Mata Uang Cadangan untuk Transaksi

Menurut Blockchain.com, kini ada lebih dari 18 juta Bitcoin yang berada di sirkulasi pasar aset kripto secara global. Sementara dari sisi kapitalisasi pasar, data CoinMarketCap mencatat dominasi Bitcoin terus menurun, dan kini sebesar 46 persen dari pasar keseluruhan.

Baca juga: Mengapa Hanya Ada 21 Juta Bitcoin di Dunia Ini?

Ketika ada peningkatan arus keluar Bitcoin dari bursa terbesar di industri, investor cenderung melihat ini sebagai tanda positif untuk cryptocurrency tersebut.

Hal ini karena investor memprediksi Bitcoin memasuki fase akumulasi, yang berarti pasar bullish mungkin sudah dekat. Keyakinan ini dapat mengalir ke altcoin yang bersaing dan menguntungkan pasar cryptocurrency secara lebih luas.

3. Ada Hal Insidentil Eksternal yang Mempengaruhi Pasar Kripto Secara Umum

Hal ini bisa Sobat Cuan lihat dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya, masalah regulasi di beberapa negara ihwal pengawasan aset kripto. Atau mungkin rencana penerapan pajak kripto yang jadi buah bibir belakangan ini, seperti dijelaskan pada artikel berikut.

Contoh lain misalkan adalah situasi makroekonomi yang lagi bagus. Biasanya, di saat-saat seperti demikian, investor kembali berani untuk kembali masuk ke pasar modal. Sehingga, aset kripto pun jadi terbengkalai.

Hal-hal di atas tentu akan bikin investor atau trader kripto khawatir. Bukan hanya investor Bitcoin semata, namun juga altcoin. Kalau sudah begitu, tentu investor dan trader akan melepas kepemilikannya dan bikin harga kripto terjun.

Implikasi Hubungan Bitcoin dan Altcoin Bagi Trader dan Investor

Terlepas dari seberapa besar korelasi harga dan kondisi pasar, para analis sepakat bahwa trader dan investor aset kripto sebaiknya melakukan diversifikasi. Hal tersebut sangat penting ketika situasi sedang bearish alias lesu. Selain itu, hal ini juga berguna untuk mengurangi keterpaparan investor atau trader atas risiko Bitcoin maupun altcoin.

“Penurunan korelasi harga harus menjadi hal yang disambut dengan bijak. Hal itu karena membuka lebih banyak peluang untuk berdagang dengan proposisi portofolio yang berbeda dalam momen yang muncul,” kata Joel Kruger, trader and strategist LMAX.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Transaksi Ethereum? Yuk Simak di Sini!

Analis OKEx Insights Robbie Liu turut mengamininya. Ia mengatakan bahwa penurunan korelasi harga memberi pedagang kecil lebih banyak peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

“Untuk investor ritel dengan modal kecil dan toleransi risiko yang lebih tinggi, penurunan korelasi saat ini merupakan perubahan yang disambut baik. Hal itu memberikan mereka lebih banyak peluang untuk meraup keuntungan yang lebih tinggi,” katanya.

Dengan asumsi bahwa divergensi dalam korelasi tetap ada di masa depan, hal ini pada akhirnya akan menjadi keuntungan bagi trader, investor, dan industri yang lebih luas.

Seperti yang disimpulkan Glen Goodman, penulis buku ‘The Crypto Trader, penurunan korelasi akan menjadi tanda bahwa pasar semakin matang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Krypto Money, Decrypt, Cryptonews

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1