Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Apa Sih, Perbedaan Investasi Reksadana dan Investasi Saham?
shareIcon

Apa Sih, Perbedaan Investasi Reksadana dan Investasi Saham?

16 Jun 2021, 7:00 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
perbedaan saham dan reksadana

Sejak pagebluk melanda, instrumen investasi reksadana maupun saham yang notabene masuk dalam investasi pasar modal, menjadi primadona bagi banyak orang. Hal itu terlihat dari melonjaknya jumlah investor pasar modal tanah air sebesar 56% menjadi 3,87 juta single identification number (SID) diakhir 2020.

Meski begitu, ternyata masih banyak investor pemula yang menganggap bahwa kedua instrumen investasi tersebut adalah sama. Mereka pun masih belum paham perbedaan antara saham dan reksadana. Apalagi, memahami perbedaan antara saham dan investasi reksadana saham

Nah, kalau Sobat Cuan adalah salah satu dari mereka yang masih bingung tentang perbedaan keduanya, yuk simak artikel ini baik-baik!

Pengertian Saham

Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melakukan investasi saham berarti Sobat Cuan melakukan pembelian saham perusahaan tertentu secara mandiri, untuk kemudian menjualnya kembali di harga yang lebih tinggi dari harga beli untuk mendapatkan imbal hasil. Selain itu, Sobat Cuan juga bisa berpotensi mendapatkan dividen yang berasal dari laba perusahaan yang diberikan setiap tahunnya.

Untuk bisa melakukan investasi saham, Sobat Cuan harus mampu menentukan strategi yang tepat untuk masuk dan menjual saham yang diinginkan di harga yang tepat. Istilahnya kerennya adalah time to buy dan time to sell. Kedua waktu tersebut erat kaitannya dengan pergerakan harga saham, yang berlandaskan kondisi ekonomi, politik dan juga sentimen yang ada pada bisnis perusahaan itu sendiri.

Sobat Cuan yang ingin membeli saham dan menjadi trader harus memiliki rekening efek terlebih dahulu melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar. Selain itu, minimum pembelian saham menggunakan satuan lot, dimana setiap 1 lot berisi 100 lembar saham.

Jadi, misalnya Sobat Cuan ingin membeli saham perusahaan A di mana harga per lembarnya Rp500, maka minimal dana yang harus dikeluarkan adalah Rp50 ribu untuk 1 lot saham.

Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

Pengertian Reksadana

Sedangkan reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana nasabah yang kemudian akan ditempatkan ke dalam portofolio efek yang sesuai dengan produk reksadana yang diinginkan. Pengelolaan dana dalam reksadana sendiri dilakukan oleh Manajer Investasi (MI).

Produk reksadana yang populer digunakan adalah reksadana saham, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang. Masing-masing produk memiliki basis investasinya masing-masing. Di dalam reksadana saham, contohnya, mayoritas dana dalam produk tersebut akan diinvestasikan oleh MI ke instrumen saham.

Nah, di sinilah investor pemula kadang-kadang suka terjebak. Mereka tidak bisa membedakan reksadana saham dan juga investasi saham.

Keduanya memang menjadikan saham sebagai basis investasinya, namun perbedaannya di mekanisme pengelolaannya.

Ya, investasi saham berarti Sobat Cuan sendiri yang melakukan aktivitas jual beli saham. Sedangkan dalam reksadana saham, ada MI yang mengelola dana Sobat Cuan sekalian di dalam saham yang sudah di sepakati sebelumnya.

Ini Perbedaan Saham dan Reksadana

Selain dalam perbedaan soal pengelolaan dana, saham dan reksa dana juga memiliki perbedaan kentara lainnya diantaranya adalah sebagai berikut

1. Imbal Hasil

Imbal hasil investasi saham memang bisa lebih tinggi ketimbang reksadana. Namun begitu pula dengan tingkat risikonya. Sebab, Sobat Cuan bebas memilih mana saham yang memiliki potensi keuntungan lebar sesuai dengan keputusan diri sendiri.

Sedangkan dalam reksadana, pengelolaan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab MI. Sehingga, risiko yang diterima juga relatif menjadi lebih rendah, namun begitu pula imbal hasilnya.

Imbal hasil reksa dana didapatkan ketika terdapat selisih harga jual Unit Penyertaan (UP) dengan harga beli UP.

Biaya yang harus dikeluarkan dalam investasi saham juga lebih kecil. Sobat Cuan hanya akan dibebankan fee transaksi jual ataupun beli saat melakukan jual beli saham. Sementara dalam reksa dana, terdapat biaya layanan MI dan juga fee saat penjualan ataupun pembelian Unit Penyertaan (UP) reksa dana.

2. Jangka waktu investasi

Produk reksadana adalah produk investasi yang memiliki variasi tujuan investasi. Ada yang memiilki tujuan investasi jangka pendek, atau kurang dari dua tahun, dan tujuan investasi jangka panjang yang berada di atas rentang waktu tujuh tahun.

Semuanya tergantung dari produk yang Sobat Cuan pilih. Untuk reksadana saham misalnya, imbal hasil baru bisa dirasakan penuh secara jangka panjang. Sementara untuk reksadana pasar uang bisa dijadikan pilihan untuk sarana investasi jangka pendek.

Sedangkan dalam investasi saham, instrumen investasi ini sebenarnya masuk dalam kategori investasi jangka panjang, biasanya berada di atas lima tahun. Namun, Sobat Cuan bisa bebas menentukan strategi investasi yang akan dijalankan, bisa untuk jangka pendek atau jangka panjang. Tergantung dari kebutuhan dan juga penilaian Sobat Cuan sendiri.

Jangka waktu pencairan investasi saham juga lebih singkat, maksimal adalah T+2 atau selama 2 hari kerja sejak tanggal penarikan dari rekening saham. Bagi produk reksadana, maksimal dana diterima di rekening adalah T+7 alias selama 7 hari kerja.

Baca juga: Apa Itu Reksadana?

Mana Lebih Baik: Saham atau Reksadana?

Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Namun hal terpenting dalam melakukan investasi adalah dengan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing.

Investasi saham cocok untuk Sobat Cuan yang memang sudah memiliki pengetahuan mapan dan juga pengelolaan risiko yang baik. Tentu saja, sejalan dengan itu, potensi keuntungan dari saham juga lebih tinggi.

Namun, untuk Sobat Cuan yang belum memiliki pengalaman mumpuni dalam dunia investasi, mungkin ada baiknya kamu menjajal produk reksadana terlebih dulu.

Sebagai bentuk diversifikasi produk, akan lebih baik lagi jika Sobat Cuan bisa masuk di keduanya. Hanya saja, porsi dana yang ditempatkan disesuaikan dengan profil risiko Sobat Cuan sendiri. Manakah yang menjadi fokus Sobat Cuan? Saham? Atau Reksadana?

Nah, kalau Sobat Cuan ingin mencoba jajal reksadana, yuk investasi saja di Pluang! Kamu bisa berinvestasi di reksadana pasar uang dan pendapatan tetap mulai dari Rp15.000 saja.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan diversifikasi dengan leluasa di Pluang, utamanya dengan berinvestasi di emasS&P 500Bitcoin, dan Ethereum!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: Akseleran, Modalku, Pintek

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1