Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

5 Trik Ringkas Main Saham dengan Modal Kecil Biar Cuan Gede
shareIcon

5 Trik Ringkas Main Saham dengan Modal Kecil Biar Cuan Gede

26 Dec 2019, 10:46 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
5 Trik Ringkas Main Saham dengan Modal Kecil Biar Cuan Gede

Jika kamu seorang investor pemula, memulai main saham modal kecil bisa jadi pilihan aman. Main saham memang investasi yang berisiko tinggi, tetapi dengan cuan yang tinggi pula, investasi ini bisa membuatmu cuan banyak di masa depan.

Saham tergolong berisiko tinggi karena sebagai investor kamu dapat alami kerugian, alias capital loss. Di sisi lain, kamu juga bisa raup keuntungan hingga 20 persen atau lebih hanya dalam waktu satu tahun.

main saham dengan modal kecil

Dengan keuntungan hingga 20 persen, tampaknya main saham menggoda juga, ya? Karena itu, mulailah mencoba dengan main saham modal kecil.

Setidaknya ini bisa membantumu mengenali medan investasi berisiko tinggi ini dan memasang strategi bertahap yang lebih hati-hati dan aman untuk kepentinganmu.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghindari keraguan. Langkah pertama, mulailah belajar cara berinvestasi bijak dengan mengetahui profil risiko.

Berikutnya, kamu bisa simak tips dan trik aman berikut ini.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kamu Perlu Investasikan Danamu di Investasi Blue Chip

#1 Main saham? Kenali sekuritas dengan biaya transaksi kecil

Ada banyak perusahaan sekuritas atau broker saham yang menawarkan biaya transaksi berbeda. Dalam investasi saham, investor mesti buka rekening efek (rekening dana nasabah) dan ini difasilitasi perusahaan sekuritas ini.

Setelah rekening jadi, kamu dapat menambahkan sejumlah dana ke rekening itu. Uang di rekening itu yang dapat kamu gunakan untuk merancang porto folio secara online.

Nah, biaya transaksi yang dikenakan oleh broker ini adalah biaya pembelian dan penjualan. Biaya ini pula yang menjadi sumber pendapatan perusahaan broker.

Besaran biaya transaksi yang dikenakan antara 0,15 persen hingga 0,30 persen untuk penjualan dan 0,16 persen hingga 0,20 persen untuk pembelian.

Kamu tentu akan diuntungkan dengan biaya transaksi yang kecil. Jadi, pilihlah perusahaan sekuritas dengan bijak, sembari menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk membuka rekening efek.

#2 Bikin hitungan yang pas untuk mulai

Kamu bisa mulai mulai dengan bujet Rp500 ribu, dengan mengincar beberapa saham dengan harga Rp50/lembar.

Dalam investasi, kamu akan kenal satuan lot, di mana satu lot terdiri dari 100 lembar saham. Jika per lembar dijual dengan harga Rp50, maka jika ingin beli satu lot, kamu hanya butuh sekitar Rp5.000.

Untuk awal, kamu bisa pilih beberapa saham yang aman, biasanya dengan kategori blue chip untuk investasi.

Bila kamu sudah betul ingin serius, kamu bisa sisihkan 10 persen dari total penghasilanmu ke rekening efek dan membeli lot yang kamu percayai kinerjanya.

Baca juga: Belajar Investasi? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola

#3 Selain blue chip, ada pula yang namanya Indeks LQ45 atau IDX30

Kalau kamu update koran harian, kamu pasti kenal yang namanya IHSG. IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan grafik pergerakan harga saham dengan closing price setiap harinya.

Sementara itu, ada banyak perusahaan terbuka yang terdata di Bursa Efek Indonesia. Pada April 2019, terdata sebanyak 22 indeks yang menunjukkan kinerja saham.

Sebagai pemula, kamu bisa cek saham dengan kinerja baik yang dikategorikan dalam indeks LQ45 atau IDX30. Daftar dalam indeks ini terkategori likuiditas sangat tinggi dan fundamental perusahaan yang baik.

Saham-saham ini dikenal sebagai saham blue chip. Memiliki beberapa lot saham di perusahaan dalam indeks ini tentu memberi keamanan bagi kamu dengan modal kecil.

Ada empat saham dalam indeks ini yang harganya masih di bawah Rp700, di antaranya WSBP, SRIL, PWON, dan ELSA.

#4 Saat main saham modal kecil, diversifikasi sektor bagus, tapi kamu bisa fokus di sektor perbankan atau consumer goods

Jika kamu sudah familiar dengan saham dalam indeks IDX30 atau LQ45, kamu coba deh fokus di saham beberapa sektor tertentu untuk awal main saham modal kecil.

Dua perusahaan yang umumnya direkomendasikan adalah saham dari perbankan dan consumer goods. Dua sektor ini oke karena merupakan sektor dengan bisnis yang sederhana.

Selain itu, produk dua sektor ini digunakan masyarakat, otomatis dalam setahun akan ada perubahan laba yang signifikan dari perusahaan ini.

#5 Jika merasa sedikit rugi, coba mainkan strategi average down

Strategi average down oke untuk kamu yang baru mulai tapi merasa down karena porto foliomu anjlok.

Jika kamu lihat ada kerugian 2 persen pada porto foliomu, coba beli yang harganya lagi turun. Kamu bisa beli secara bertahap saat harga di pasar sedang alami penurunan.

Ini akan membuat nilai investasimu tidak terjun bebas saat kamu main saham dan porto folio kamu tetap update kondisi pasar. Saat kondisi pasar pulih, kamu tentu akan dapat untung yang meningkat dari pembelian sebelumnya ini.

Selain kelima tips itu, saat mulai, kamu perlu pertimbangkan apakah kamu meniatkan beli sebagai investasi jangka pendek atau jangka panjang.

Bayangkan saja keuntungan yang bisa kamu peroleh apabila meniatkan beli dalam jangka panjang.

Pada saat BCA menjadi perusahaan terbuka dan melakukan IPO pada 2000, harga sahamnya baru Rp500, kini harganya sudah capai hingga Rp32.500/lembar. Kebayang berapa persen cuan yang akan kamu peroleh jika memilih perusahaan yang tepat untuk investasi?

Jadi, yuk, cermati kebutuhanmu dan strategi main saham apa yang paling tepat untukmu seiring waktu!

Sumber: Moneysmart, Cermati

Simak juga:

Trump Klaim Tiongkok Lebih Butuh Berdamai, Harga Emas Antam Naik Tipis

3 Kasus Gelembung Aset dalam Sejarah Investasi yang Perlu Kamu Tahu!

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1