Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Simak 5 Strategi Mengantisipasi Earnings Call bagi Investor!
shareIcon

Simak 5 Strategi Mengantisipasi Earnings Call bagi Investor!

7 Jul 2023, 5:12 AM·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Strategi Earnings Call

Earnings Call adalah momentum yang ditunggu investor. Namun, bagaimana strategi Earnings Call yang tepat dalam mengantisipasinya?

Apa Itu Earnings Season dan Apa Pentingnya bagi Investor?

Dalam dunia investasi saham, perusahaan terbuka wajib melaporkan kinerja perusahaannya melalui publikasi laporan keuangan yang dilakukan secara triwulanan atau tahunan. Penyampaian tersebut bisa dilakukan melalui siaran pers atau menghelat Earnings Call.

Namun, ada kalanya sejumlah perusahaan merilis laporan keuangan tersebut di rentang waktu yang sama. Nah, bagi investor, periode ini pun dikenal sebagai Earnings Season, yakni sebuah periode di mana perusahaan-perusahaan terbuka berbondong-bondong merilis kinerja keuangannya.

Bagi investor, Earnings Season adalah momentum penting. Pasalnya, pada periode tersebut, investor bisa menentukan keputusan investasi berikutnya setelah perusahaan andalannya mengumumkan kinerja keuangannya.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membukukan pertumbuhan laba dan pendapatan yang kinclong, maka investornya pun tentu enggan menjual kepemilikan atas saham tersebut.

Di samping itu, Earnings Season adalah masa-masa di mana harga saham berfluktuasi dengan kencang. Pada umumnya, nilai saham satu perusahaan bisa melejit jika mengumumkan performa keuangan yang mumpuni. Hal ini biasanya dimanfaatkan trader untuk mencari cuan dari perubahan harga aset jangka pendek.

Oleh karenanya, tak heran jika kemudian aktivitas perdagangan di pasar saham umumnya selalu melonjak saat musim Earnings Season, yang biasanya hadir di bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.

Namun, memanfaatkan momentum Earnings Season dan Earnings Call tetap butuh strategi investasi. Lantas, apa saja strategi yang bisa Sobat Cuan terapkan untuk mendulang cuan ketika musim pelaporan keuangan tiba?

Baca Juga: Musim Rilis Laporan Keuangan Tiba, Saatnya Melirik Saham Unggulan!

Mengenal Persiapan dan Strategi Earnings Call

1. Strategi Earnings Call Pertama: Tentukan Saham Jagoanmu

Asal tahu saja, pasar saham beranggotakan emiten dengan jumlah bejibun. Akibatnya, Sobat Cuan pun mungkin akan kesulitan untuk memilih perusahaan-perusahaan apa saja yang akan menjadi fokus utamamu.

Dengan demikian, kamu harus menentukan kamu harus menentukan perusahaan-perusahaan apa saja yang akan menjadi sorotan utamamu dalam Earnings Season atau Earnings Call.

Kamu bisa menentukan hal tersebut dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang sahamnya sudah kamu koleksi. Atau, kamu juga bisa memusatkan perhatian pada perusahaan-perusahaan yang sahamnya sedang kamu incar.

Langkah lainnya, kamu juga bisa memusatkan perhatian sesuai jadwal perilisan laporan keuangan masing-masing perusahaan.

Sekadar informasi, dalam Earnings Season, Earnings Call biasanya marak terjadi dalam kurun empat hingga lima pekan lamanya. Sebagai langkah awal, kamu mungkin bisa fokus pada beberapa perusahaan yang akan merilis laporan keuangan di pekan pertama. Jika jadwal Earnings Call di pekan pertama sudah selesai, maka kamu bisa mulai fokus pada perusahaan-perusahaan yang akan merilis kinerjanya di pekan kedua.

Namun, jika Sobat Cuan ingin menempuh metode ini, maka kamu pun harus rajin-rajin memantau kalender Earnings Call. Jadi, jangan malas untuk terus memantau jadwal perilisan laporan keuangan ya, Sobat Cuan!

2. Fokus Pada Perusahaan 'Leading Companies'

Jika Sobat Cuan masih kesulitan untuk menentukan fokus sahammu, maka kamu bisa memusatkan perhatian pada perusahaan-perusahaan top yang menjadi pemimpin di sektornya (leading companies). Apa alasannya?

Asal tahu saja, leading companies menguasai pangsa pasar di sektornya masing-masing dan biasanya punya nilai kapitalisasi pasar yang lebih besar dibanding pesaingnya. Nah, karena ukurannya yang signifikan, maka ada kemungkinan bahwa apapun hasil kinerja keuangan leading companies kemungkinan juga akan dialami oleh pesaing-pesaingnya.

Sebagai contoh, anggap saja raja chip semikonduktor Nvidia mengumumkan bahwa pendapatannya naik pesat karena maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini semestinya bisa menjadi pertanda bahwa kinerja keuangan perusahaan chip lainnya juga akan merekah mengikuti jejak Nvidia mengingat mereka bergerak di sektor yang sama.

Nah, sentimen positif tersebut pada akhirnya tidak hanya mengerek nilai saham Nvidia, namun juga saham-saham chip lainnya di hari Earnings Call Nvidia. Dalam hal ini, Nvidia kemudian bisa disebut sebagai bellwethers, yakni perusahaan yang bisa mempengaruhi harga saham perusahaan lain di satu industri yang sama.

Oleh karenanya, Sobat Cuan juga bisa memusatkan fokus pada leading companies sebagai strategi Earnings Call untuk melihat gambaran besar kinerja satu sektor tertentu.

Baca Juga: Kerap Jadi Acuan Investor, Apa Saja Komponen Laporan Keuangan?

3. Kantongi Proyeksi Analis

Setelah memilih fokus saham, strategi Earnings Call yang bisa kamu lakukan berikutnya adalah mengantongi proyeksi analis alias Earnings Estimate. Pasalnya, estimasi ini amat mempengaruhi persepsi pasar berikut prospek cuan dari saham suatu emiten.

Tak bisa dipungkiri, penilaian terhadap suatu emiten amat dipengaruhi oleh kemampuannya memenuhi estimasi pendapatan dari analis.

Sudah terbukti secara historis, perusahaan yang mencetak laba dan pendapatan lebih tinggi dari estimasi secara berturut-turut memiliki nilai saham yang relatif uptrend sepanjang waktu. Sebaliknya, perusahaan yang labanya lebih kecil dari estimasinya bakal langsung menghadapi market yang bearish.

Meski demikian, perusahaan dengan laba yang konsisten mendekati estimasinya dianggap sebagai anak emas lantaran punya kinerja yang mudah dibaca. Investor pun kemudian akan melihatnya sebagai keunggulan tersendiri dalam menyusun rencana investasinya.

Dalam melihat Earnings Estimate, biasanya investor melihat unsur pendapatan dan laba per saham (Earnings per Share) dan pertumbuhannya. Kemudian, mereka akan membandingkan dua metrik tersebut dengan realisasi yang diumumkan perusahaan saat Earnings Call.

4. Susun Rencana Trading atau Investasi Sebagai Strategi Earnings Call

Proyeksi analis adalah "amunisi" yang tepat bagimu untuk menghadapi musim Earnings Call. Kendati begitu, ramalan tersebut tak selamanya tepat. Bahkan, proyeksi analis kerap kali meleset jauh dan menghasilkan kondisi yang disebut Earnings Surprise.

Sehingga, untuk memitigasi ramalan yang melenceng tersebut, kamu pun harus memitigasinya dengan melakukan manajemen risiko. Misalnya, memasang titik Stop Loss atau titik Taking Profit andalanmu. Dengan melakukan hal ini, maka kamu pun bisa melancarkan aksi trading atau investasi yang bebas dari rasa emosi atau bias psikologis.

5. Perbanyak Informasi Mengenai Konteks Pasar Saat Ini

Sebuah lagu dangdut terkenal pernah berujar bahwa "percuma saja berlayar jika kamu takut gelombang". Nah, hal yang sama juga berlaku di dunia investasi. Jangan sampai kamu nyemplung di pasar modal tapi masih kurang pede dan tidak memahami kondisi pasar saat ini.

Oleh karenanya, kamu pun harus rajin memantau perkembangan kondisi ekonomi yang terjadi saat ini. Pasalnya, kondisi makroekonomi sangat berkaitan erat dengan kinerja pasar modal plus emiten-emiten yang terdapat di dalamnya. Hal ini semestinya bisa memberikanmu konteks mengenai apa yang akan terjadi dengan performa bisnis perusahaan jagoanmu di Earnings Call.

Selain itu, kamu juga harus perkaya dirimu dengan kabar terbaru mengenai emiten andalanmu. Ingat bahwa pasar bergerak berdasarkan sentimen, sehingga kabar apapun yang muncul harusnya jangan kamu lewatkan. Tentu saja, kamu pun harus memastikan bahwa kabar tersebut sudah terkonfirmasi, ya!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, IG.com

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
investasi
Sobat Cuan, Begini Lho Cara Jitu Screening Saham Favoritmu!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1