Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG Apes, Nasib Kripto Makin Ngenes!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali nemplok di zona merah setelah akhir pekan lalu ijo royo-royo. Sementara itu, pasar aset kripto malahan makin terjerembab setelah sempat subur di pagi hari. Apa yang terjadi di kedua pasar tersebut? Yuk, simak Rangkuman Pasar berikut!

IHSG Bobrok, Omicron Jadi Biang Kerok

IHSG undur diri di level 6.655,16 poin pada penutupan sesi perdagangan Senin (24/1), alias melemah 1,06% dibanding sesi perdagangan Jumat lalu. Sang indeks domestik ternyata dipaksa menyerah oleh rangkaian sentimen negatif seharian ini.

Pertama, pelaku pasar nampaknya semakin khawatir dengan maraknya penyebaran virus COVID-19 varian Omicron pada hari ini. Ketakutan investor kian menanjak setelah konfirmasi kasus positif baru COVID-19 di tanah air hampir menembus 3.000 kasus per hari.

Kemarin, pemerintah mengumumkan kasus harian baru COVID-19 mencapai 2.925 kasus per 23 Januari 2022. Dengan demikian, maka kasus harian baru COVID-19 di Indonesia kemarin terbilang setara dengan akhir September lalu, ketika penyebaran varian Delta di dalam negeri mulai melandai.

Data tersebut bikin investor cemas bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan kembali tersendat. Hasilnya, investor pun menjadi malas membenamkan dana di pasar modal.

Selain perkara Omicron, sentimen kedua yang bikin investor ragu-ragu nyemplung ke bursa domestik adalah antisipasi kebijakan moneter The Fed. Ya, pelaku pasar nampaknya wait and see menanti detail kenaikan suku bunga acuan The Fed setelah otoritas moneter itu mengumumkan langkah itu dalam risalah rapat (minutes of meeting) FOMC Desember lalu.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Aset Kripto Menjerit, IHSG Justru Melejit!

IHSG Ambyar, Emiten Batu Bara Tetap Gahar!

Untungnya, kinerja kinclong emiten batu bara mampu menahan IHSG hari ini. Tengok saja nilai saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) yang masing-masing nilainya melesat 24,92% dan 24,68% hari ini. Tak ketinggalan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga ikut lompat 8,96% di waktu yang sama.

Saham emiten batu bara kecipratan berkah setelah harga batu bara kian memanas. Akhir pekan lalu, harga batu bara di pasar ICE Newcastle Australia ditutup di US$214,95 per ton, alias melonjak 4,29% dibanding sebulan sebelumnya. Bahkan, jika dihitung sejak awal 2022, harga batu bara telah meroket 41,65%!

Hal ini terjadi setelah pelaku pasar mengantisipasi pengetatan suplai batu bara ke depan. Musababnya, apalagi kalau bukan kebijakan pelarangan sementara ekspor batu bara Indonesia.

Namun, khusus INDY, sentimen positif lainnya datang dari kabar aksi korporasinya. Ternyata, sang emiten batu bara tersebut telah meneken kerja sama dengan Foxconn dan Gogoro dan IBC untuk membangun fasilitas ekosistem kendaraan listrik.

Sayangnya, pelaku pasar asing masih melancarkan aksi jual meski harga komoditas tengah nyayur. Hal ini tercermin dari nilai net foreign sell investor asing sebesar Rp33,38 miliar di seluruh pasar.

Pelaku pasar terlihat paling banyak melego dua saham emiten bank berkapitalisasi pasar jumbo, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masing-masing sebesar Rp33,2 miliar dan Rp28 miliar. Maklum, ekonomi yang diramal melambat juga akan merembet ke penyaluran kredit yang memble, sehingga nilai saham perbankan pun diprediksi oleng.

Setelah Bangkit Pagi Hari, Aset Kripto 'Sakit' di Sore Hari

Setali tiga uang, kondisi pasar kripto kembali mengsedih setelah terlihat bersemi di pagi hari. Melansir Coinmarketcap pukul 17.04 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat terbenam di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) kini bertengger di US$34.509,67 per keping, melemah 3,9% dibanding sehari sebelumnya. Sementara itu, nilai Ether (ETH) melorot lebih parah 7,89% ke posisi US$2.328,06 di waktu yang sama.

Kondisi lebih ngenes menimpa geng altcoin "pembunuh Ethereum". Nilai Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) masing-masing terjungkal 12,29%, 11,94%, dan 13,04% sehari terakhir. Sementara itu, nilai Solana (SOL) bikin hati nyelekit setelah anjlok 19% di waktu yang sama.

Para analis menduga bahwa lesunya kinerja aset kripto sore ini terkait dengan derasnya aksi jual investor. Hal itu mungkin dipicu oleh redupnya selera untuk membenamkan dana di pasar aset berisiko, termasuk aset kripto. Maklum, kini selera berisiko sedang dipandang sebelah mata pasca The Fed mengumumkan bakal bersikap ekstra hawkish di tahun ini. Apalagi, kini pelaku pasar juga menemukan korelasi pergerakan antara pasar saham AS dan pasar kripto.

Sentimen lain ihwal regulasi mungkin juga ikut berpengaruh ke pergerakan aset kripto hari ini. Contohnya, berita soal regulasi dari Rusia. Ternyata, elit politik dan pentolan sektor teknologi Rusia mengkritik keras rencana bank sentral Rusia yang ingin melarang penambangan dan pemanfaatan aset kripto di negara tirai bambu tersebut. Bank sentral Rusia sebelumnya mengumumkan rencana pelarangan tersebut dalam sebuah konferensi pers akhir pekan lalu.

Selain itu, Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah AS akan merilis strategi awal pengaturan aset digital pada bulan depan. Kini, lembaga-lembaga federal di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden tersebut tengah berkoordinasi menyusun dokumen tersebut.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Kripto & IHSG Naik Panggung Setelah 3 Hari Mendung!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait