Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Pasar: IHSG Terbang Berkat Surplus Dagang, Kripto Masih 'Kejang'
shareIcon

Rangkuman Pasar: IHSG Terbang Berkat Surplus Dagang, Kripto Masih 'Kejang'

18 Apr 2022, 8:43 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Pasar: IHSG Terbang Berkat Surplus Dagang, Kripto Masih 'Kejang'

Selamat sore, Sobat Cuan! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melenggang manis di awal pekan. Sayangnya, di sisi lain, kondisi pasar kripto malah tampak buram. Kenapa ya? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Berkat Surplus Dagang, Nilai IHSG Terbang!

Nilai IHSG bercokol di level 7.275,28 poin alias menguat 0,55% dibanding sesi perdagangan Kamis (14/4). Sang indeks domestik terlihat bertenaga setelah berhasil bertahan di zona hijau sejak awal pembukaan sesi perdagangan.

Uniknya, IHSG menjadi salah satu dari sedikit bursa efek yang berkinerja apik seantero Asia pada hari ini. Tengok saja, nilai indeks Nikkei 225 melorot 1,08%, sementara nilai Shanghai Composite Index dan Strait Times Singapura masing-masing amblas 0,49% dan 0,7% pada hari ini.

Ternyata, arah IHSG yang berbeda dengan teman-temannya di kawasan Asia disebabkan oleh data surplus perdagangan Indonesia yang kinclong pada Maret.

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengatakan, Indonesia mencetak surplus neraca dagang US$4,53 miliar, yang ternyata menjadi rekor surplus neraca dagang bulanan Indonesia tertinggi sepanjang masa. Selain itu, surplus dagang Maret kembali mengokohkan kinerja dagang RI yang anti defisit dalam 23 bulan terakhir.

Data tersebut membuat investor optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal cemerlang setidaknya hingga akhir semester I 2022 mendatang. Pasalnya, kinerja ekspor netto adalah satu dari empat komponen penting yang membentuk Produk Domestik Bruto (PDB) selain konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, dan investasi.

Prospek ekonomi yang mumpuni tentu bakal meningkatkan permintaan produk dan jasa dari emiten pasar modal. Alhasil, pelaku pasar pun tergiur untuk masuk pasar modal demi mendulang cuan melimpah di masa depan.

IHSG Trengginas, Aksi Jual Tetap Deras

Pasar modal domestik yang sedang kecipratan berkah membuat pelaku pasar asing makin bernafsu membenamkan dananya di pasar modal domestik. Sikap tersebut tercermin dari aksi beli bersih asing (net foreign buy) sebesar Rp619,52 miliar di pasar reguler pada hari ini.

Investor asing terlihat paling getol memborong saham big cap, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), sebesar Rp304,5 miliar. Tak ketinggalan, mereka juga melahap saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Astra International Tbk (ASII) masing-masing Rp119,7 miliar dan Rp80,7 miliar pada hari ini.

Di sisi lain, mereka malah melepas paling banyak saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp92,4 miliar. Kemudian, mereka juga menjual saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) masing-masing Rp89,2 miliar dan Rp52,1 miliar.

Baca juga: Pasar Sepekan: Tekanan Makroekonomi Berat, Saham AS + Kripto Tak Selamat!

Aset Kripto

Langit Pasar Kripto Masih Terlihat Mendung

Sebaliknya, pasar kripto malah terlihat lemas tak berdaya pada sore hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 15.23 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah berdiam diri di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Secara umum, rapuhnya pasar kripto sore ini disebabkan oleh volume perdagangan yang masih tipis mengingat negara-negara barat masih dalam rangka long weekend. Apalagi, perilaku pasar selalu getol melancarkan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur panjang.

Namun, keringnya volume perdagangan hari ini tak hanya disebabkan oleh siklus akhir pekan semata. Kuat dugaan, pelaku pasar agak ragu-ragu nyemplung ke pasar kripto menyusul perkembangan terkini konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Pada akhir pekan lalu, pasukan Ukraina menolak ultimatum Rusia untuk menurunkan senjata di kota Mariupol. Otoritas Rusia juga mengatakan telah "hampir menyita" sitaan perang paling berharga setelah dua bulan menginvasi Ukraina.

Kemudian, pada Minggu, Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan bahwa diskusi dengan Rusia untuk menciptakan koridor evakuasi bagi warga sipil di kota-kota besar Ukraina menemui jalan buntu.

Kini, perkembangan terakhirnya, Rusia dikabarkan kembali menyerang kota Lviv dan menewaskan sedikitnya enam warga.

Nah, rentetan gejolak geopolitik inilah yang membuat pelaku pasar menghindari pasar spekulatif dan lebih memilih melindungi kekayaan di aset-aset yang lebih aman. Tengok saja harga emas yang sudah mencapai US$1.991,28 per ons pada pukul 15.32 WIB.

Baca juga: Kabar Sepekan: PNS Dijamin Hepi Jelang Lebaran, Inflasi AS Bikin Deg-Degan!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
rangkuman pasar
Rangkuman Pasar: Eropa Makin Gak Aman, IHSG & Kripto Kebakaran
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1