Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Bos The Fed Kembali 'Ngoceh', Saham AS & Kripto Ogah Meleleh

Selamat pagi, Sobat Cuan! Kemarin, Bos The Fed Jerome Powell kembali mengucapkan 'jimat' yang seharusnya bikin pasar oleng. Namun, kok indeks saham AS dan kripto malah bertahan? Simak di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Nilai indeks saham Amerika Serikat (AS) berhasil ditutup menguat pada penutupan perdagangan Kamis (8/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Nasdaq kompak tumbuh 0,6%, sementara nilai S&P 500 menanjak 0,7%.
  • Trio indeks Wall Street akhirnya sukses menguat meski sempat terombang-ombing karena tidak kompaknya kinerja saham teknologi dan sentimen makroekonomi.
  • Kemarin, indeks saham AS sempat tak punya arah setelah nilai saham Apple dan Alphabet tumbang, namun nilai saham Microsoft justru menguat.
  • Sementara dari sisi makroekonomi, Ketua The Fed Jerome Powell kemarin kembali menegaskan bahwa The Fed mesti terus mengerek suku bunga acuannya hingga "pekerjaannya" dalam meredam inflasi selesai.
  • Selain Powell, Presiden Fed Chicago Chris Evans yang biasanya bersikap dovish pun mendukung kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga 4% di akhir tahun nanti.
  • Rentetan komentar tersebut membuat pelaku pasar kembali memusatkan perhatiannya ke obligasi pemerintah AS dan perlahan meninggalkan pasar aset berisiko.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investor Lagi 'Rakus', IHSG dan Kripto Bergerak Maknyus

Aset Kripto

  • Sementara itu, pergerakan mayoritas aset kripto utama pagi hari ini masih terlihat positif. Melansir Coinmarketcap pukul 07.10 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Meski mayoritas aset kripto menguat, lajunya ternyata tidak begitu signifikan dibanding kemarin.
  • Nilai Bitcoin (BTC) terlihat melemah 0,04% dalam sehari terakhir dan kini bercokol di US$19.339 per keping. Namun di sisi lain, nilai Ether (ETH) menguat 0,12% di waktu yang sama dan mendarat di US$1.636 per keping.
  • Altcoin lainnya pun tak kalah ingin memamerkan daya tahannya. Nilai Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE), dan Polygon (MATIC) menguat di bawah 1% dalam sehari terakhir. Sementara nilai Polkadot (DOT) dan Solana (SOL) masing-masing tumbuh 2,56% dan 3,91% di waktu yang sama.
  • Laju harga aset kripto mulai melambat setelah Powell lagi-lagi menunjukkan sikap keras kepala untuk terus mengerek suku bunga acuan demi menjinakkan inflasi AS.
  • Komentar tersebut sempat bikin pelaku pasar menjauhi pasar berisiko. Namun, kepercayaan diri mereka kembali tumbuh setelah melihat kinerja saham AS yang berhasil mengapung di zona hijau. Maklum, investor kripto selalu menggunakan kinerja saham AS sebagai acuan untuk melihat selera risiko investor secara umum.
  • Di samping itu, semangat aset kripto perlahan memudar setelah Gedung Putih kemarin merilis laporan bahwa dampak lingkungan atas aktivitas penambangan aset digital, seperti Bitcoin, bakal menghambat upaya AS dalam perang melawan perubahan iklim.
  • Untungnya, aset kripto masih bisa kokoh setelah nilai Dolar AS melandai. Asal tahu saja, pelemahan nilai sang aset greenback akan membuat pelaku pasar pikir-pikir lagi untuk kembali melangkah ke pasar aset berisiko.
  • Adapun aset kripto yang paling bersolek pagi ini adalah Polymath (POLY) setelah nilainya meroket fantastis 98,29% dalam sehari terakhir. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai Terra Classic (LUNC) yang tumbuh 20,79% di waktu yang sama.

Emas

  • Harga emas di pasar spot pagi ini berada di US$1.713 per ons pada pukul 07.29 WIB, melemah US$1.717 per ons.
  • Nilai sang logam mulia melemah setelah tingkat imbal hasil obligasi AS kian perkasa pasca komentar hawkish Powell.
  • Sekadar informasi, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan membuat opportunity cost dalam menggenggam emas menjadi relatif lebih mahal.

Baca Juga: Pluang Pagi: Setelah Dirundung Derita, Saham AS & Kripto Kembali Berjaya

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait