Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Sepekan Setelah Lebaran, Kripto dan Saham AS Malah Tertekan

Selamat pagi, Sobat Cuan! Selamat beraktivitas kembali setelah libur panjang. Sayangnya, kondisi market di awal pekan terlihat masih "rebahan" dan tampak masih malas untuk bangun. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham AS terpantau meringis menutup sesi perdagangan Jumat (6/5). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 kompak melorot 0,5%, sementara nilai indeks Nasdaq amblas 1,4%.
  • Pelaku pasar masih terlihat cemas untuk bergumul di pasar modal setelah kekhawatiran mereka akan inflasi kian kentara. Bahkan, mereka takut bahwa inflasi AS hingga akhir 2022 bisa menembus di atas target bank sentral AS, The Fed, yakni 2%.
  • Pelaku pasar cenderung menghindari pasar modal saat inflasi menanjak. Pasalnya, inflasi akan menurunkan daya beli masyarakat dan mengerek harga bahan baku sehingga kinerja keuangan pasar modal bakal goyah.
  • Kekhawatiran mereka atas inflasi berhulu dari data penyerapan tenaga kerja AS yang lebih baik dibanding ekspektasi.
  • Sekadar informasi, Departemen Ketenagakerjaan AS merilis bahwa Negara Paman Sam menyerap 428.000 tenaga kerja baru di April alias lebih banyak dibanding konsensus analis 391.000.
  • Pertumbuhan jumlah tenaga kerja bisa meningkatkan permintaan barang dan jasa, yang nantinya akan menciptakan inflasi dari sisi permintaan.
  • Alhasil, saham-saham teknologi pun berguguran. Nilai saham Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta kompak terjerumus lebih dari 1%.
  • Saham teknologi berkategori growth stocks selalu terluka parah ketika ekspektasi inflasi meningkat. Sebab, kinerja keuangan perusahaan sektor tersebut sangat tergantung dengan penguatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Pluang Pagi: Sentimen Pasar Membaik, IHSG & Kripto Bergerak 'Epic'!

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, kondisi aset kripto pun terpantau mendung pada pagi hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 08.20 WIB, 10 aset kripto utama terlihat mendekam di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, longsor 2,65% dalam 24 jam terakhir dan kini bertengger di US$34.219,16 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) turun 3,26% ke US$2.528,26 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun bernasib serupa, meski sedikit lebih mujur. Nilai XRP merosot 1,11% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Terra (LUNA) masing-masing lunglai 1,73%, 0,11%, dan 0,94% di waktu yang sama.
  • Terakhir, terdapat pula nilai Dogecoin (DOGE), Avalanche (AVAX), dan Polkadot (DOT) yang masing-masing turun 1,17%, 3,39%, dan 0,82% dalam sehari terakhir.
  • Pasar kripto belum bergairah seiring belum pulihnya selera pelaku pasar untuk nyemplung ke bursa aset berisiko. Beberapa analis mengatakan, hal itu terjadi akibat tekanan dari sisi makroekonomi yang terjadi beberapa waktu terakhir, seperti kenaikan suku bunga acuan AS Fed Rate, ancaman resesi, hingga tingginya inflasi.
  • "Nilai BTC terus terbebani oleh tekanan makroekonomi dan sentimen umum pasar (yang belum pulih)," jelas CEO BitBull Capital Joe DiPasquale seperti dikutip Coindesk.
  • Selain itu, maraknya aksi jual di tengah tipisnya volume perdagangan di akhir pekan juga ikut menyeret turun nilai aset kripto.
  • Kabar lainnya, nilai stablecoin milik TerraLabs, UST, sempat amblas dan bikin nilai LUNA terjun bebas 10% Sabtu kemarin. Hal ini terjadi setelah UST yang dikelola protokol pinjam-meminjam terdesentralisasi Anchor Protocol menyusut dari US$14 miliar ke US$11,2 miliar.
  • Kendati demikian, terdapat Near Protocol (NEAR) yang masih mampu membukukan pertumbuhan nilai 10,64% dalam sehari terakhir. Nilai NEAR meroket setelah protokol mencatat 500.000 pembukaan akun baru dalam sehari pada 5 Mei silam.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.877 per ons, turun 0,33% dibanding sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia keok digebukin dua musuh bebuyutannya, kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan nilai Dolar AS.
  • Sekadar informasi, yield obligasi pemerintah AS yang menanjak akan meningkatkan opportunity cost investor dalam menggenggam emas. Sehingga, mereka tentu akan memilih obligasi pemerintah AS, sebuah instrumen investasi yang menghasilkan imbal hasil secara periodik tak seperti emas.
  • Sementara itu, kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Jelang Liburan, IHSG Tertekan dan Kripto Mengenaskan

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait