Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Kripto Pucat Pasi Setelah Investor 'Wait-and-See'

Selamat pagi, Sobat Cuan! Pasar saham Amerika Serikat (AS) dan kripto terlihat lesu pada Kamis (9/6) pagi. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham AS kembali terjungkal menutup sesi perdagangan Rabu (8/6). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melorot 0,81%, sementara Nasdaq dan S&P 500 masing-masing ambles 0,73% dan 0,9%.
  • Nilai ketiga indeks Wall Street ambles setelah saham teknologi berguguran, diperparah dengan kecemasan pelaku pasar atas pelemahan ekonomi dan inflasi tinggi.
  • Pelemahan saham Intel sebesar 5% menjadi biang kerok utama rontoknya saham teknologi kemarin. Nilai saham produsen chip itu roboh setelah meningkatkan kewaspadaannya atas outlook keuangan masa depan di tengah pelemahan permintaan masyarakat.
  • Pernyataan tersebut mendorong analis ramai-ramai menurunkan peringkat saham-saham teknologi.
  • Selain perkara pernyataan Intel, kinerja saham teknologi pun tertekan oleh keperkasaan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang kini di atas 3%. Maklum, sebagai saham berkategori growth stocks, return saham teknologi memang kerap dibandingkan dengan kelas aset yang lebih aman, utamanya obligasi AS.

Baca juga: Pluang Pagi: Kripto Menghijau Kala Investor Ribet Cari Titik 'Bottom'

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, kinerja pasar kripto pagi ini tak ketinggalan menyedihkan. Melansir Coinmarketcap pukul 08.04 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat mendarat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, kini bertengger di US$30.233 per keping alias luluh 2,51% dibanding sehari sebelumnya. Ether (ETH) ikut lunglai 1,01% ke US$1.793 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun tak kalah menunjukkan nasib ngenes. XRP dan Dogecoin (DOGE) melemah lebih dari 1% dalam sehari belakangan. Sementara itu, Polkadot (DOT), Tron (TRX), dan Avalanche (AVAX) kompak tumbang lebih dari 2% di saat bersamaan.
  • Dari jajaran aset kripto utama, hanya Cardano (ADA) saja yang berhasil tumbuh 4,22% dalam sehari terakhir.
  • Pelaku pasar masih belum menunjukkan tanda-tanda bakal melakukan aksi jual dengan agresif. Pasalnya, mereka mengantisipasi hasil rapat Bank Sentral Eropa hari ini dan perilisan inflasi AS Mei keesokannya.
  • Jika Bank Sentral Eropa mengerek suku bunga acuannya, maka The Fed pun kemungkinan bakal ikutan pede menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin bulan ini.
  • Kenaikan suku bunga acuan agresif menaikkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap dan nilai Dolar AS.
  • Hal itu, sayangnya, bakal berdampak buruk ke aset kripto. Pasalnya, aset berisiko jadi dipandang tidak menarik di mata investor. Selain itu, investor pun bakal membeli aset kripto menjadi lebih mahal, mengingat aset kripto selalu diukur dalam denominasi Dolar AS.
  • "Tapi, kini pelaku pasar terlihat mulai price in terhadap pengetatan kebijakan bank sentral Eropa," jelas analis senior OANDA, Edward Moya, kepada Coindesk.
  • Kabar lainnya, jaringan Ethereum mengumumkan telah berhasil melakukan uji coba penggabungan Ropsten (Ropsten Merge) pada Kamis dini hari. Uji coba ini merupakan salah latu langkah Ethereum untuk berpindah algoritma konsensus dari Proof of Work menjadi Proof of Stake.

Baca juga: Pluang Insight: Jangan Takut! Simak Cara Melakukan Stop-Loss yang Tepat di Sini!

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.852 per ons pada pukul 08.22 WIB, menguat tipis dibanding kemarin US$1.849 per ons.
  • Nilai sang logam mulia menguat setelah pelaku pasar pelan-pelan mengakumulasi emas. Mereka khawatir bahwa ekonomi dunia bakal melambat setelah Bank Dunia memangkas target proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 dari 4,1% ke 2,9%.
  • Selain itu, mereka juga mengantisipasi pengumuman data inflasi AS Mei yang sedianya dirilis esok.
  • Hanya saja, penguatan harga emas tertahan oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun.
  • Sekadar informasi, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS akan membuat opportunity cost dalam menggenggam emas menjadi relatif mahal. Akibatnya, pelaku pasar pun melepas emas, sebuah aset yang tidak menghasilkan pendapatan periodik layaknya obligasi.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait