Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Saham AS Terlihat Miris, MANA Tampil Klimis

Selamat pagi, Sobat Cuan! Tak terasa pekan pertama di 2022 akan usai. Namun, tak ada salahnya kamu menyimak rangkuman kinerja pasar Jumat pagi (7/1) ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kompak terjungkal pada sesi perdagangan Kamis (6/1). Nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite kompak melorot 0,1%, sementara nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) luluh 0,47%.

Kinerja saham sektor teknologi yang memble menjadi biang keladi sendunya Wall Street kemarin. Nilai saham Meta, Apple, Alphabet, hingga Microsoft semua bertengger di zona merah pada sesi perdagangan Rabu.

Hal ini terjadi akibat pelaku pasar nampak menghindari saham teknologi raksasa berkategori growth stocks setelah bank sentral AS, The Fed, mengumumkan percepatan kenaikan suku bunga acuan dan pengurangan kelolaan instrumen surat berharganya dalam risalah rapat (minutes of meeting) The Fed Desember yang dirilis dua hari lalu.

Kondisi tersebut sejatinya dapat dimaklumi. Sebab, kenaikan suku bunga acuan tentu akan menyandung pertumbuhan konsumsi dan investasi, yang ujungnya menghambat pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, kinerja keuangan saham-saham berkategori growth stocks akan lesu ketika pertumbuhan ekonomi tak sesuai harapan.

Namun, kebijakan pengetatan moneter The Fed tidak selamanya membawa tulah bagi pasar modal. Tengok saja kinerja saham sektor finansial yang langsung semringah pasca perilisan risalah rapat tersebut.

Kini, pelaku pasar ancang-ancang menanti laporan ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll/NFP) Desember yang akan dirilis akhir pekan ini. Beberapa analis memperkirakan bahwa AS akan menciptakan 400.000 lapangan pekerjaan baru sepanjang bulan lalu.

Aset Kripto

Kondisi pasar kripto masih saja mengenaskan. Melansir Coinmarketcap pukul 08.01 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat 'setia' di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, kini bercokol di US$42.929,7 per keping alias amblas 1,72% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai pesaing terdekatnya Ether (ETH) juga turun 4,3% ke US$3.388,34 di waktu yang sama.

Secara umum, cuaca pasar aset kripto hari ini masih terpantau mendung pasca pelaku pasar menjauhi kelas aset berisiko, khususnya kripto dan saham. Hal ini terjadi selepas The Fed merilis risalah rapat Desember dua hari lalu.

Alasan lain lesunya kinerja pasar kripto hari ini adalah sikap pemerintah Kazakhstan yang memotong akses internet dan ikut menonaktifkan aktivitas penambangan Bitcoin di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Langkah tersebut bikin 18% hash rate Bitcoin dunia lenyap seketika.

Solana (SOL) juga mengalami nasib serupa setelah nilainya luluh 4,24% dalam sehari terakhir. Pemadaman mendadak di jaringan tersebut sebanyak dua kali di pekan ini disinyalir menjadi sentimen yang menyeret nilai SOL ke zona merah dalam 24 jam belakangan.

Di sisi lain, Cardano (ADA) setidaknya bisa tersenyum tipis setelah nilainya lompat 2,63% dalam sehari terakhir. Gerak ADA makin lincah pasca pengembangnya, IOHK, mengumumkan kemitraan dengan raksasa teknologi Samsung untuk melakukan aksi reforestasi. Selain itu, Cardano juga dilaporkan akan menjalin kerja sama baru untuk menciptakan platform finansial dengan jaringan dua arah (peer-to-peer).

Tak hanya dengan Cardano, Samsung pun mengumumkan kerja sama dengan Decentraland untuk membuka gerai versi virtual dari 837 Flagship Store miliknya di jaringan tersebut. Alhasil, nilai token native Decentraland, MANA, sukses tumbuh 15,46% dalam sehari terakhir dan jadi aset kripto dengan performa paling mantap pagi ini.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Omicron Mengganas, IHSG Lemas, Kripto Memanas

Emas

Harga emas spot bertengger di US$1.790,23 per ons pada pukul 08.19 WIB, melemah 1,1% dibanding sehari sebelumnya. Nilai sang logam mulia harus menyerah setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS kian perkasa.

Kenaikan yield akan membuat obligasi AS lebih menarik di mata investor. Sehingga, mereka akan ramai-ramai melepas emas, sebuah instrumen investasi yang tidak menghasilkan imbal hasil periodik.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS pagi ini nangkring di 96,18 pagi ini, naik 0,1% dibanding kemarin. Permintaan sang aset greenback nampaknya tengah menanjak setelah The Fed merilis risalah rapat yang berisikan rencana percepatan kenaikan suku bunga acuan Fed Rate.

Baca juga: Pluang Pagi: Investor Lagi Optimistis, AVAX Hingga XRP Melonjak Drastis

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait