pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Investor Masih ‘Deg-Degan’, Saham AS hingga Kripto Berguguran

Selamat pagi, Sobat Cuan! Hari baru tentunya ada kesempatan mendulang cuan yang baru juga, lho. Untuk itu, yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini dalam Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) menutup akhir pekan dengan terkulai lemas. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,17%, sementara S&P 500 dan Nasdaq terjatuh lebih dalam masing-masing 0,8% dan 1,9% pada akhir sesi perdagangan Jumat (6/12).

Trio indeks saham Wall Street melemah setelah data Non-Farm Payroll (NFP) menunjukkan bahwa AS hanya berhasil menyerap 210.000 tenaga kerja baru sepanjang November, atau melemah dibanding 546.000 di Oktober. Angka ini juga terbilang lebih kecil dibanding ramalan analis yakni 550.000 tenaga kerja.

Nah, lesunya angka tersebut bikin investor berpikir bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin belum sepenuhnya bertenaga. Sehingga, mereka agak enggan untuk nyemplung lebih dalam ke pasar modal AS.

Di samping itu, investor pun kian tak berselera membenamkan dana di pasar modal setelah khawatir tentang varian COVID-19 Omicron. Mereka nampaknya akan bersikap menghindari risiko (risk averse) hingga ada kejelasan mengenai tingkat keparahan varian Omicron terhadap ekonomi AS.

Alhasil, saham-saham teknologi berkategori growth stocks pun menjadi terpukul. Nilai saham Apple, Meta, dan Alphabet luluh 1% sementara nilai saham Microsoft anjlok 2%. Mengapa demikian?

Sesuai namanya, saham-saham growth stocks diharapkan bisa berkinerja mumpuni kala pertumbuhan ekonomi tengah bergairah. Makanya, tak heran jika performanya ikut oleng ketika pertumbuhan ekonomi terpantau mendung.

Aset Kripto

Aset kripto terlihat sendu dalam memulai pekan yang baru. Melansir Coinmarketcap pukul 08.40 WIB, seluruh 10 aset kripto berkapitalisasi pasar jumbo ternyata nangkring di zona merah.

Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, anjlok 1,4% dalam sehari terakhir ke level US$48.510 per keping. Pesaing terdekatnya Ether (ETH) juga mundur 0,24% ke posisi US$4.118,73.

Pelemahan nilai yang lebih parah ikut melanda Binance Coin, Solana, Cardano, dan Polkadot yang masing-masing membukukan penurunan nilai 3,95%, 3,76%, 3,45%, dan 7,01%. Sementara nilai Terra (LUNA), yang pada pekan lalu berhasil ngegas sampai 45%, kini harus tumbang 10,62% dalam sehari belakangan.

Secara umum, kondisi pasar kripto memang tengah lesu mengikuti aksi jual yang terjadi di pasar saham. Hal ini disebabkan karena pelaku pasar enggan merangsek masuk pasar aset berisiko lantaran diliputi kekhawatiran atas berbagai ketidakpastian.

Pelaku pasar juga memilih menanti perkembangan terbaru dari pertemuan antara Dewan Legislatif AS dan CEO beberapa platform exchange kripto pada 8 Desember mendatang. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut, kedua pihak rencananya akan berdiskusi tentang regulasi aset digital dan masa depan sektor jasa keuangan AS.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Omicron Bikin IHSG Tiarap, ETH Kembali Bersinar

Emas

Harga emas spot berada di level US$1.786,05 per ons pada pukul 08.50 WIB, merangkak 0,14% dibanding sehari sebelumnya. Investor nampaknya tengah getol memburu emas sebagai aset safe haven di tengah kekhawatiran soal penyebaran COVID-19 Omicron dan ketidakpastian ekonomi lainnya. Maklum, emas memang dikenal sebagai tujuan investasi ketika pelaku pasar sangsi untuk masuk ke pasar aset berisiko.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS terbilang stabil di posisi 96,15 pada Jumat (3/12). Analis masih belum mengetahui apakah penyebaran COVID-19 Omicron dan angka tenaga kerja AS yang lesu berimbas pada stagnannya sang aset greenback akhir pekan lalu.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Gak Takut Omicron, IHSG & Kripto Tetap ‘Strong’

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES