Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Kondisi Makro Belum Stabil, Kripto Mulai Tampil Centil

Selamat pagi, Sobat Cuan! Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali bangkit meski ancaman resesi membayangi. Selain itu, aset kripto juga perlahan bangkit pagi ini. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham AS kembali semringah pada sesi perdagangan Senion (4/4). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) tumbuh 0,3%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing reli 0,8% dan 1,9%.
  • Performa apik ketiga indeks Wall Street terjadi setelah saham Twitter melompat 27% sepanjang sesi perdagangan kemarin. Hal ini terjadi setelah punggawa Tesla, Elon Musk, kini menjadi salah satu pemegang saham dominan di platform media sosial tersebut dengan menggenggam 9,2% dari total saham Twitter.
  • Nilai saham Twitter yang terbang menyebabkan nilai saham emiten media sosial lainnya, seperti Snap, Meta Platforms, dan Pinterest, ikut terdongkrak.
  • Kemudian, nilai saham Tesla pun ikut meroket 5% pada sesi perdagangan kemarin setelah produsen mobil listrik tersebut mencatat rekor pengiriman 310.000 unit di kuartal I, sedikit di bawah estimasi 312.000.
  • Tak ketinggalan, nilai saham-saham teknologi pun ikut kegirangan sepanjang sesi perdagangan Senin. Tengok saja, nilai saham Apple, Microsoft, dan Amazon kompak naik lebih dari 1% kemarin.
  • Pelaku pasar terlihat getol membenamkan dana di pasar modal AS meski resesi ekonomi tetap mengancam. Pasalnya, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun masih lebih tinggi dari yield bertenor 10 tahun.
  • Investor khawatir bahwa kondisi tersebut akan menjadi gerbang terhadap kondisi yang disebut inverted yield curve, yang umum dikenal sebagai sinyal-sinyal awal terjadinya resesi ekonomi di AS.
  • Pelaku pasar curiga bahwa resesi ekonomi akan melanda AS setelah bank sentral AS The Fed menegaskan sikap hawkish-nya demi mengekang inflasi yang meradang.
  • Sekadar informasi, kenaikan suku bunga acuan yang terlalu agresif akan mendongkrak suku bunga pinjaman. Namun, kenaikan suku bunga pinjaman akan menyumbat pertumbuhan konsumsi dan investasi, dua motor utama pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Pluang Pagi: Awali Ramadan, Pasar Kripto Malah Memilih 'Rebahan'

Aset Kripto

  • Kondisi pasar aset kripto pagi ini terbilang masih "gitu-gitu aja" meski nilai kapitalisasi pasar kripto kini berada di US$2,16 triliun, meningkat 0,53% dibanding sehari sebelumnya.
  • Melansir Coinmarketcap pukul 08.03 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses parkir di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, kini berada di US$46.492,7 per keping alias naik 1,22% dalam sehari terakhir. Ether (ETH) pun mengikuti BTC dengan tumbuh 0,62% ke US$3.506,58 per keping di waktu yang sama.
  • Kemudian, terdapat pula nilai Binance Coin (BNB) yang tumbuh 0,54% dalam sehari terakhir. Seolah tak mau ketinggalan, nilai Terra (LUNA), Cardano (ADA), dan Polkadot (DOT) juga masing-masing melaju 4,3%, 3,53%, dan 0,61% di waktu yang sama.
  • Secara umum, pelaku pasar sejatinya menanti momentum baru untuk mendongkrak nilai aset kripto lebih tinggi lagi.
  • "Aset kripto memang terlihat pulih beberapa hari terakhir. Namun, mereka kini berjuang dalam menemukan momentum untuk breakout setelah berhasil melampaui titik-titik tertingginya pada pekan lalu," ujar analis pasar senior OANDA Craig Erlam seperti dikutip Coindesk.
  • Sementara itu, dalam laporannya, QCP Capital mengatakan bahwa pasar kripto akan mengalami volatilitas di jangka pendek seiring kondisi makroekonomi yang masih menekan pasar kripto. "Namun, kami meramal bahwa harga aset kripto tetap akan mengarah ke titik lebih tinggi di paruh kedua tahun ini," jelasnya.
  • Kemudian, pelaku pasar juga tampak susah percaya diri untuk masuk ke pasar kripto seiring kondisi geopolitik yang belum ajek.
  • Presiden AS Joe Biden mengatakan, pemerintahannya mempertimbangkan untuk menambah sanksi ekonomi ke Rusia. Ia menyebut, pemerintah AS pikir-pikir melakukan kebijakan tersebut setelah citra satelit menunjukkan banyak korban sipil berjatuhan di kota Bucha, dekat ibu kota Ukraina, Kyiv.
  • Kendati pasar kripto terbilang suam-suam kuku, setidaknya masih ada beberapa aset kripto yang ketiban durian runtuh pagi ini. Aset kripto tersebut adalah Celo (CELO) yang tumbuh 29,75% dalam sehari terakhir dan Mina (MINA) yang terbang 16,04% di waktu yang sama.
  • Nilai CELO melonjak setelah Celo Org merilis ringkasan pencapaiannya kuartal I. Menurut laporan tersebut, Celo ternyata berhasil mencetak 776.000 transaksi harian sekaligus memiliki 2,7 juta alamat aktif sepanjang triwulan lalu.
  • Selain itu, Celo Foundation juga mengumumkan program insentif sebesar US$20 juta yang ditujukan bagi developer untuk mengembangkan on-ramp dan off-ramp di jaringan Celo. 
  • Sementara itu, nilai MINA loncat pasca jaringan Mina mengumumkan telah merekrut Kurt Hemecker sebagai Chief Operating Officer (COO) Mina Foundation.
  • Hemecker sendiri bukanlah sosok abal-abal dalam dunia kripto. Sebelumnya, ia merupakan punggawa proyek kripto besutan Facebook bernama Libra yang kemudian berganti baju menjadi Diem. 

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.930,4 per ons pada pukul 08.29 WIB, menguat dibanding sehari sebelumnya US$1.924 per ons.
  • Nilai sang logam mulia kembali berkilau setelah pelaku pasar kembali getol mengoleksi emas sebagai aset safe haven. Hal ini terjadi setelah investor mengantisipasi tambahan sanksi ekonomi AS terhadap Rusia, sebuah hal yang ditakutkan bisa membuat prospek ekonomi ke depan menjadi tidak pasti.
  • Selain itu, tensi geopolitik yang berlarut-larut dikhawatirkan akan kembali memperparah inflasi. Nah, di saat-saat seperti ini, pelaku pasar tentu akan melindungi kekayaannya dengan lari ke emas.
  • Sayangnya, kenaikan harga emas tertahan oleh antisipasi pelaku pasar mengenai risalah rapat The Fed (minutes of meeting) yang sedianya akan dirilis pada Rabu (6/4) mendatang.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Kripto Tekor Saat IHSG Kembali Cetak Rekor!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait