Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Inflasi & Invasi Bikin Saham AS & Kripto Pucat Pasi

Selamat pagi, Sobat Cuan! Kondisi market di harpitnas kali ini memang terbilang sendu. Kendati demikian, tetap semangat ya menyongsong akhir pekan! Yuk, simak ulasan kinerja pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Aset Kripto

Kondisi pasar aset kripto pada Jumat pagi ini terlihat miris. Melansir Coinmarketcap pukul 07.14 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat nangkring di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) bertengger di US$42.374,6 per keping alias tumbuh 3,29% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Ether (ETH) ikut amblas 3,9% ke US$2.823,31 per keping di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun ikut terpukul. Tengok saja nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Terra (LUNA) yang masing-masing lunglai 1,51%, 2,09%, dan 1,13% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, nilai Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan Polkadot (DOT) masing-masing tenggelam 3,82%, 5,66%, dan 3,13% di waktu yang sama.

Memang, nilai aset kripto sejak awal pekan sempat ngegas lantaran pelaku pasar sempat optimistis bahwa sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) atas Rusia akan mendongkrak adopsi aset kripto di Rusia. 

Hanya saja, pelaku pasar kini kembali memilih fokus ke perkembangan terakhir tensi geopilitik negara tersebut yang kian memanas. Sementara itu, sentimen mengenai sanksi AS dan Rusia tak mampu mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi borong. Padahal di saat yang sama, aksi ambil untung juga tengah terjadi.

"Reli BTC nampaknya sudah mulai menunjukkan sinyal-sinyal kelelahan," ujar analis senior OANDA Edward Moya seperti dikutip Coindesk. "Sehingga, BTC membutuhkan selera risiko yang sehat agar bisa berlari menuju level US$50.000," imbuhnya.

Adapun kabar lain yang mempengaruhi pergerakan kripto hari ini muncul dari Iran dan Swiss.

Di Iran, platform Non-Fungible Tokens (NFT) hits OpenSea telah melakukan terminasi atas akun penggunanya yang berasal dari negara tersebut. Hal ini merupakan imbas dari sanksi AS terhadap pemerintah Iran.

Sementara itu di Swiss, pemerintah kota Lugano di negara tersebut telah bekerja sama dengan penerbit stablecoins Tether untuk menjadikan BTC, USDT, dan token asli Lugano LVGA Points sebagai alat tukar resmi di kota tersebut.

Indeks Saham AS

Trio indeks saham Wall Street terlihat sayu pada penutupan perdagangan Kamis (3/3). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) luluh 0,3%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terjungkal 0,5% dan 1,6%.

Pelaku pasar nampaknya sedang enggan berkubang di pasar berisiko, termasuk pasar modal, lantaran khawatir bahwa inflasi akan memuncak. Pasalnya, kenaikan inflasi bisa mengerek biaya produksi dunia usaha secara umum dan mengikis pendapatan yang bakal mereka dulang ke depan.

Kecemasan pelaku pasar atas inflasi bukan tanpa alasan mengingat harga-harga komoditas penting tengah melambung tinggi. Salah satunya adalah harga minyak dunia yang akhirnya menembus level US$116 per barel kemarin.

Di samping itu, mereka juga ketar-ketir bahwa inflasi bakal kian meradang seiring eskalasi ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Ketakutan ini makin tebal pasca Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan tensi geopolitik Eropa Timur bakal memperparah disrupsi rantai pasok dan mendongkrak inflasi.

Saham-saham produsen piranti seperti Nvidia dan Intel pun kena getahnya. Maklum, kedua perusahaan tersebut membutuhkan impor chip semikonduktor untuk memproduksi produk-produknya. Sehingga, jika disrupsi rantai pasok kian kronis, maka mereka harus menghadapi kelangkaan chip yang lebih parah.

Baca juga: Rangkuman Kabar: AS-Rusia Kian Panas, Harga Minyak Bikin Cemas

Emas

Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.949,68 per ons pada pukul 08.00 WIB, naik 1,09% dibanding sehari sebelumnya.

Nilai sang logam mulia terus terdongkrak berkat aksi borong pelaku pasar seiring kekhawatiran mereka terhadap inflasi kian memuncak. Ya, mereka berbondong-bondong membeli emas lantaran dianggap sebagai aset pelindung nilai efektif di kala inflasi sedang ngambek.

Selain itu, pelaku pasar juga masih mencemaskan prospek ekonomi global gara-gara invasi Rusia terhadap Ukraina. Aksi ini wajar saja mengingat emas dikenal sebagai aset aman ketika prospek ekonomi ke depan dipandang penuh ketidakpastian.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Kripto Ogah Kendor, IHSG Gagal Rekor!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait