Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Ekonomi AS 'di Ujung Tanduk', Saham AS & Kripto Bergerak Kikuk

Selamat pagi, Sobat Cuan! Dalam proyeksi data makroekonomi terbarunya, pemerintah AS memberi sinyal bahwa negara Paman Sam tersebut benar-benar sedang berada di sisi jurang resesi. Lantas, bagaimana dampaknya ke kinerja saham AS dan kripto? Yuk, simak di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat kembali terjerembab setelah berhasil bangkit kemarin. Pada penutupan perdagangan Kamis (29/9), nilai Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 1,5% sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 masing-masing melorot 2,8% dan 2,1%.
  • Performa lesu saham dua raksasa teknologi AS, Apple dan Meta Platforms, ditengarai menjadi biang keladi utama layunya indeks Wall Street kemarin.
  • Nilai saham Apple ambles 4,91% setelah Bank of America menurunkan rating saham perseroan dari posisi "Buy" ke "Neutral" karena masyarakat diramal akan mengerem aktivitas konsumsinya karena situasi ekonomi yang kalang kabut.
  • Di samping itu, pelemahan daya beli masyarakat juga diproyeksi akan menyunat permintaan produk-produk besutan perusahaan berlogo buah apel tersebut. Jika itu terjadi, maka Apple tentu akan mengurangi permintaannya atas chip semikonduktor. Sebagai imbasnya, saham-saham perusahaan chip pun ikut tumbang setelah perilisan laporan tersebut.
  • Sementara itu, Meta Platforms ikut membukukan penurunan nilai saham sebesar 3% setelah Bloomberg melaporkan bahwa CEO Mark Zuckerberg bakal membekukan proses rekrutmen sebagai langkah efisiensi perusahaan.
  • Di saat yang sama, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengikis selera risiko investor di pasar modal.
  • Kini, pelaku pasar menanti data inflasi AS berdasarkan belanja masyarakat (Personal Consumption Expenditure/PCE) yang sedianya dirilis pada hari ini. Sebab, data tersebut bisa memberikan petunjuk bagi pelaku pasar mengenai langkah pengetatan moneter bank sentral AS, The Fed, ke depan.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Dolar AS Berjaya, IHSG Menderita Tapi Kripto Bersiap Siaga

Aset Kripto

  • Sementara itu, nilai aset kripto tetap bergerak positif meski lajunya melambat dibanding kemarin. Melansir Coinmarketcap pukul 07.54 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, menguat 0,43% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$19.505 per keping. Ether (ETH) juga menanjak 0,14% dan kini bercokol di US$1.333 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun bergerak ke arah yang sama. Nilai Polkadot (DOT), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE), dan Shiba Inu (SHIB) menguat kurang dari 1% dalam 24 jam terakhir. Terdapat pula nilai Polygon (MATIC) yang ikut menanjak 3,65% di waktu yang sama.
  • Dari seluruh jajaran aset kripto, XRP terlihat membukukan nilai paling tinggi yakni 7,45% dalam sehari terakhir.
  • Setelah mengalami reli singkat kemarin, harga aset kripto sebenarnya memasuki fase sideways dalam beberapa jam terakhir. Bahkan, pergerakan harga aset kripto sejatinya terlihat makin stagnan setelah proyeksi terbaru pemerintah AS semakin mempertebal ancaman resesi di Negara Paman Sam tersebut.
  • Kemarin, Departemen Perdagangan AS menaksir bahwa AS akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi 0,6% secara kuartalan di triwulan III. Jika itu benar-benar terjadi, maka AS bisa dibilang sudah memasuki fase resesi mengingat pertumbuhan ekonomi AS telah mendarat di zona negatif selama dua triwulan berturut-turut.
  • Prospek ekonomi yang mendung tentu membuat pelaku pasar semakin gerah berkubang di pasar aset berisiko. Tak heran jika kemudian optimisme mereka di pasar kripto perlahan pudar.
  • Selain itu, laju harga kripto yang tersendat-sendat juga dipengaruhi oleh kinerja memble saham teknologi AS. Maklum, pelaku pasar selalu mengaitkan kinerja aset kripto dan saham teknologi lantaran keduanya punya profil risiko yang serupa.
  • "Pergerakan Bitcoin tetap berkorelasi dengan kinerja saham teknologi, namun hubungan keduanya terlihat tidak begitu erat dibanding periode-periode sebelumnya," jelas analis senior Oanda Edward Moya seperti dikutip Coindesk.
  • Untungnya, pelaku pasar masih "kuat iman" untuk bertahan di pasar kripto setelah indeks Dolar AS akhirnya menyerah. Sekadar informasi, nilai indeks Dolar AS pada pukul 08.15 WIB berada di 111,8 alias melorot 1,16% dibanding periode yang sama kemarin.

Baca Juga: Pluang Insight: Apakah Kutukan 'Septembear' di Pasar Kripto Akan Terulang Tahun Ini?

Emas

Harga emas di pasar spot berada di US$1.663 per ons pada pukul 08.18 WIB atau menguat tipis dari US$1.656 kemarin.

Nilai sang logam mulia kecipratan berkah dari pelemahan nilai Dolar AS. Sekadar informasi, nilai Dolar AS yang melandai akan membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait