Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Tensi Makroekonomi Menipis, Saham AS & Kripto Kembali Optimistis

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS dan pasar kripto perlahan bersemi setelah ketegangan makroekonomi perlahan mereda. Lantas, apa pemicu utama melunaknya sentimen tersebut? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Setelah terbenam sejak awal pekan, trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali unjuk gigi di sesi perdagangan Rabu (28/9). Nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) kompak menguat 1,9%, sementara nilai indeks Nasdaq melaju 2%.
  • Pelaku pasar terlihat kembali pede menginjakkan kaki di pasar modal setelah selera risikonya kembali pulih menyusul pelemahan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.
  • Yield obligasi pemerintah AS diketahui merosot dari level tertingginya selama 15 tahun terakhir setelah bank sentral Inggris mengumumkan akan menunda rencana untuk menjual surat berharganya, atau disebut dengan quantitative tightening, dan alih-alih membeli obligasi pemerintah Inggris demi menstabilkan nilai tukar Poundsterling Inggris,
  • Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali bergairah untuk mengoleksi saham-saham teknologi.
  • Asal tahu saja, kinerja saham teknologi berkategori growth stocks memiliki korelasi negatif dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Pasalnya, pelaku pasar selalu membandingkan kinerja saham, yang merupakan aset berisiko tinggi, dengan instrumen berpendapatan tetap yang minim risiko.
  • Di samping itu, kinerja saham emiten sektor energi juga menjadi angin segar bagi performa indeks Wall Street. Hal ini terjadi setelah badai Ian mengganggu produksi minyak dari Teluk Meksiko dan menyebabkan harga minyak reli lebih dari 3% kemarin.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Dolar AS Kian Perkasa, IHSG & Kripto Kompak Sengsara!

Aset Kripto

  • Sementara itu, pergerakan nilai aset kripto utama terpantau bervariasi di Kamis pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.51 WIB, lima dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat mendarat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, tumbuh 1,5% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$19.420 per keping. Di sisi lain, Ether (ETH) justru tumbang 0,05% ke US$1.331 per keping di saat bersamaan.
  • Terdapat altcoin yang bernasib mujur seperti Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Polygon (MATIC) yang mencatat pertumbuhan nilai kurang dari 1% dalam 24 jam terakhir. Selain itu, nilai Binance Coin (BNB) juga ikut menanjak 3,37% di waktu yang sama.
  • Hanya saja, terdapat altcoin yang masih bernasib apes seperti duo koin meme, Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB), yang terpeleset kurang dari 1% dalam sehari terakhir.
  • Selera risiko pelaku pasar tampaknya sudah perlahan pulih menyusul pelemahan nilai Dolar AS. Sekadar informasi, nilai indeks Dolar AS pada pukul 08.00 WIB berada di 113,18 poin alias melemah 1,01% dibanding sehari sebelumnya menyusul aksi intervensi nilai tukar yang dilakukan bank sentral Inggris.
  • Nilai Dolar AS selama ini diketahui memiliki hubungan yang tak akur dengan kinerja pasar kripto. Sebab, pelaku pasar akan menukarkan aset kriptonya dengan sang aset greenback tersebut ketika daya tariknya semakin mentereng.
  • Selain itu, aktivitas perdagangan BTC juga terlihat kembali antusias kemarin. Hal itu diungkap oleh laporan firma analisis on-chain Santiment yang menunjukkan bahwa volume trading BTC kemarin merupakan yang tertinggi selama tiga bulan terakhir.
  • Hanya saja, selera risiko pelaku pasar belum sepenuhnya membaik. Kinerja beberapa altcoin yang masih tenggelam di zona merah mengindikasikan bahwa pelaku pasar tak mau terlampau optimistis di jajaran koin-koin yang berisiko tinggi.
  • Di samping itu, dari sisi analisis teknikal, analisis Cointelegraph melaporkan bahwa kaum bear di pasar BTC sudah bersiaga di sekitar area harga US$20.000. Padahal, pergerakan harga BTC di kisaran US$18.000-US$18.500 kemarin dianggap sebagai peluang besar bagi pelaku pasar untuk memborong sang raja aset kripto tersebut.

Baca Juga: Pluang Insight: Apakah Kutukan 'Septembear' di Pasar Kripto Akan Terulang Tahun Ini?

Emas

  • Harga emas di pasar spot berada di US$1.652 per ons pada pukul 08.15 WIB, menguat dari US$1.625 per ons sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia kembali berjaya setelah dua musuh bebuyutannya, nilai Dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS, keok.
  • Pelemahan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sementara yield obligasi pemerintah yang melempem menurunkan opportunity cost investor dalam menggenggam emas.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait