Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Kripto Lain Masih 'Mati Suri', Koin DeFi Malah Kompak Bersemi!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Market, baik pasar saham Amerika Serikat (AS) maupun pasar kripto, terlihat masih mager di Selasa pagi. Apa saja faktor-faktornya? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham AS kembali melesu di perdagangan Senin (27/6) setelah mengalami reli kencang akhir pekan lalu. Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melorot 0,2%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terjun lebih dalam 0,3% dan 0,72%.
  • Secara umum, perdagangan bursa saham AS kemarin dipenuhi aksi ambil untung investor yang memanfaatkan penguatan kencang indeks Wall Street Jumat lalu.
  • Selain itu, analis berpendapat bahwa pelaku pasar juga mempersiapkan diri untuk perdagangan musim panas yang cenderung lebih sepi dibanding musim-musim lainnya.
  • Tak ketinggalan, pelaku pasar juga masih dalam mode wait and see menanti pelaporan kinerja keuangan emiten AS kuartal II (earnings season) yang sedianya dimulai Juli mendatang.
  • Pelaku pasar memang menanti hasil earnings season kali ini karena bisa memberikan gambaran terkait daya tahan perusahaan terhadap kondisi makroekonomi yang bergejolak, seperti inflasi tinggi, kebijakan moneter ketat The Fed, dan ancaman resesi.
  • Kendati demikian, saham-saham energi malah sukses melaju kencang pada perdagangan kemarin. Hal ini terjadi setelah pemimpin negara-negara maju (G7) berencana menambah sanksi dari Rusia dalam bentuk pelarangan impor minyak mentah dari negara beruang merah tersebut.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Sentimen Kurang Mendukung, Kripto & IHSG Gagal Manggung

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, pasar kripto juga terlihat tiarap di Selasa pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 08.04 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih mendekam di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, merosot 1,19% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$20.788 per keping. Ether (ETH) pun mengekor dengan melemah 1,55% ke US$1.188 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lain juga bernasib serupa. Nilai Cardano (ADA) dan Shiba Inu (SHIB) kompak melemah 1,8% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, terdapat pula nilai XRP, Solana (SOL), dan Polkadot (DOT) yang masing-masing luntur lebih dari 2% di waktu bersamaan.
  • Di antara 10 aset kripto utama, hanya Tron (TRX) yang mampu ke zona hijau, tepatnya tumbuh 1,84%, dalam sehari belakangan.
  • Beberapa analis berpandangan, lesunya pasar kripto kali ini disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang tak bergairah setelah melihat melempemnya kinerja indeks saham AS. 
  • Maklum, performa pasar ekuitas AS dan pasar kripto punya korelasi positif yang cukup kuat dalam setahun terakhir. Pasalnya, pelaku pasar melihat pergerakan indeks AS, khususnya Nasdaq, sebagai tolok ukur untuk menggambarkan selera pasar investor terhadap aset-aset berisiko.
  • Hanya saja, suasana berbeda terlihat di koin-koin keuangan terdesentralisasi (DeFi). Tengok saja, nilai Tezos (XTZ) tumbuh 9,2% dalam sehari terakhir, sementara Kava tumbuh 12,29% dan 0x (ZRX) melesat 5,63% di waktu yang sama.
  • Pelaku pasar kembali optimistis ke kancah DeFi setelah melihat perkembangan positif dari kasus pembekuan withdrawals yang terjadi di dua platform DeFi, Celsius dan CoinFLEX, yang sempat bikin geger pasar kripto dalam dua pekan terakhir.
  • Kemarin, Goldman Sachs dikabarkan bakal menggelontorkan dana hingga US$2 miliar untuk membeli aset-aset platform Celsius. Sementara itu, CoinFLEX mengumumkan akan menggelontorkan US$47 juta dalam bentuk token Recovery Value USD (rvUSD) untuk mengatasi masalah penghentian withdrawals.
  • Namun, bintang utama pasar kripto pagi ini malah jatuh ke Luna Classic (LUNC) yang tumbuh 26,8% dalam sehari terakhir.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.824 per ons pada pukul 08.20 WIB, melemah dibanding kemarin US$1.832 per ons.
  • Kilau sang logam mulia pudar setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menanjak. Sekadar informasi, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS membuat opportunity cost dalam menggenggam emas menjadi lebih mahal.
  • Yield obligasi AS bertenor 10 tahun kembali merangkak naik setelah pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang kencang.
  • Untungnya, pelemahan harga emas tertahan oleh niatan negara-negara G7 yang ingin melarang impor emas dari Rusia.
  • Selain itu, sebagian pelaku pasar juga terlihat getol mengoleksi emas demi mengantisipasi ancaman resesi ekonomi. Ini lantaran emas selalu dipandang sebagai aset lindung nilai yang efektif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan.

Baca Juga: Pluang Pagi: Investor Dihantui Resesi, Kripto 'Gitu-Gitu Aja' Senin Pagi

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait