Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Dihantam Sentimen Negatif, Saham AS & Kripto Gagal Agresif

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali Senin (21/2) pagi ini, yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini dalam Pluang Pagi berikut!

Aset Kripto

Pasar aset kripto masih saja terlihat kurang darah pada Senin (21/2) pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.47 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih ringsek di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) kini bertengger di US$38.397,56 per keping alias susut 3,94% dibanding sehari sebelumnya. Kemudian, nilai Ether (ETH) juga amblas 3,89% ke US$2.631,31 di waktu yang sama.

Nasib serupa pun melanda kelompok altcoin lainnya. Tengok saja nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Cardano (ADA) masing-masing terpeleset 3,76%, 3,28%, dan 6,02% dalam sehari terakhir. Kemudian, nilai Avalanche (AVAX), Dogecoin (DOGE), dan Polkadot (DOT) juga masing-masing 8,64%, 1,99%, dan 3,52% di waktu yang sama.

Sikap pelaku pasar yang tengah menjauh dari pasar kripto menjadi biang keladi lesunya pasar kripto pagi ini. Mereka melakukan hal itu karena merasa prospek ekonomi ke depan akan penuh ketidakpastian seiring memanasnya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Pada akhir pekan lalu, Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pasukan Rusia sudah mulai "memanaskan mesinnya" di perbatasan Ukraina. Di saat yang bersamaan, kelompok separatis pro Rusia dikabarkan telah mengevakuasi warga Rusia yang bermukim di kota Donetsk. Hal ini menjadi indikasi bahwa Kremlin mungkin tengah menciptakan provokasi palsu dan mencari-cari alasan untuk menginvasi Ukraina.

Kemudian, pada Minggu (20/1), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa Rusia sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyerang Ukraina mulai dari "operasi kambing hitam" hingga provokasi palsu dalam rangka mencari-cari alasan demi menyerang Ukraina.

Di samping itu, analis juga merujuk bahwa peretasan di platform Non-Fungible Token (NFT) paling hits OpenSea juga menjadi salah satu alasan pelaku pasar menghindari pasar kripto.

Akhir pekan lalu, para trader NFT meluapkan cuitan di media sosial Twitter terkait raibnya NFT dari para pengguna OpenSea. Setelah ditelusuri, sang pelaku ternyata telah memanipulasi teknologi smart contract OpenSea demi melancarkan hal tersebut.

CEO OpenSea Devin Finzer juga mengatakan bahwa sejauh ini 32 pengguna telah terpapar langsung dengan sang pelaku. OpenSea akhirnya mengonfimasi bahwa musibah itu terjadi akibat phishing attack yang terjadi dari luar situsnya dan berjanji untuk menginvestigasinya.

Kendati pasar kripto merah membara, setidaknya masih ada Solana (SOL) yang membukukan pertumbuhan nilai 3,44% dalam sehari terakhir.

Namun, CEO manajemen investasi BitBull Capital Joe DiPasquale mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut terjadi karena pelaku pasar getol membeli koin tersebut dalam jumlah banyak mumpung sedang murah (buy the dip). Hal ini dapat dimaklumi, mengingat nilai SOL sepanjang pekan kemarin terjatuh paling dalam di antara koin-koin kripto utama lainnya.

Indeks Saham AS

Nilai indeks saham Amerika Serikat (AS) kompak berguguran menutup sesi perdagangan Jumat (18/2). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 sama-sama melorot 0,7%, sementara nilai Nasdaq Composite jatuh lebih dalam yakni 1,2%.

Pelaku pasar nampaknya masih menghindari pasar aset berisiko dan memilih kelas aset yang lebih aman menyusul memanasnya tensi geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

Nah, memanasnya tensi geopolitik tersebut membuat pelaku pasar sangsi bahwa prospek ekonomi ke depan akan stabil. Akibatnya, mereka pun melepas saham-saham teknologi berkategori growth stocks, yang biasanya memang berkinerja apik kala ekonomi tumbuh ciamik. Imbasnya, nilai saham Apple, Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta tumbang pada Jumat lalu.

Di saat yang sama, ketegangan geopolitik tersebut ternyata sukses mengalihkan perhatian investor dari ancaman yang lebih besar, yakni potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 50 basis poin pada Maret mendatang.

Baca juga: Pasar Sepekan: Isu Perang & The Fed Bikin Saham Hingga Kripto 'Lecet-Lecet'

Emas

Harga emas di pasar spot pukul 08.11 WIB bertengger di posisi US$1.899,01 per keping, naik 5,03% dibanding akhir pekan lalu.

Nilai sang logam mulia terus berkilau seiring ketegangan Rusia dan Ukraina featuring AS yang makin mendidih. Maklum, investor tentu akan memburu aset aman seperti emas demi melindungi kekayaannya ketika situasi ekonomi dan geopolitik memang tak menentu.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bercokol di 96,05 pada pukul 08.15 WIB, naik dari posisi akhir pekan lalu yakni 95,85.

Hal ini terjadi setelah nilai Yen Jepang, Rubel Rusia, dan Euro kompak oleng gara-gara ketegangan yang terjadi di Eropa. Di saat yang sama, investor juga mulai mengoleksi sang aset greenback demi mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Baca juga: Kabar Sepekan: Dunia Nyaris Perang, Inflasi Makin Garang

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait