Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Yield AS Bikin Wall Street Nangis, Aset Kripto Masih Miris

Selamat pagi, Sobat Cuan! mengawali aktivitasmu di Kamis pagi (20/1) ini, yuk simak rangkuman pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Tiga indeks saham utama Amerika Serikat terjerembab pada sesi perdagangan Rabu (19/1) waktu setempat. Nilai S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) kompak susut 1%, sementara nilai indeks Nasdaq melorot 1,2%.

Kinerja saham sektor teknologi yang mengecewakan menjadi alasan di balik lesunya performa indeks saham Wall Street. Pelaku pasar nampaknya kian menjauhi saham-saham teknologi berkategori growth stocks setelah tingkat imbal hasil obligasi AS (yield) bertenor 10 tahun menyentuh rekor tertingginya dalam dua tahun terakhir.

Sekadar informasi, kenaikan yield obligasi pemerintah AS bisa menghambat kegiatan konsumsi dan investasi, dua faktor utama pembentuk pertumbuhan ekonomi. Nah, akibatnya, pelaku pasar pun jaga jarak atas saham-saham teknologi berkategori growth stocks yang biasa berkinerja moncer kala pertumbuhan ekonomi tokcer.

Selain itu, kinerja mengecewakan indeks saham AS juga disebabkan oleh jebloknya saham-saham sektor perbankan. Memang, Morgan Stanley dan Bank of America terbilang kemarin merilis laporan kinerja keuangan kuartal III 2021 yang melebihi ekspektasi. Namun, prestasi tersebut harus kalah oleh performa saham-saham bank regional yang terbilang memble.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Omicron Mengganas, IHSG & Kripto Pun 'Tewas'

Aset Kripto

Aset kripto nampaknya masih betah berkubang di zona merah meskipun berhari-hari lamanya. Melansir Coinmarketcap pukul 08.25 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat bercokol di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, kini bertengger di US$41.776,54 per keping alias ciut 1,45% dalam sehari terakhir. Nilai Ether (ETH) ikutan terjerembab 1,93% ke US$3.102,37 di waktu yang sama.

Nasib lebih parah dialami koin-koin "pembunuh Ethereum". Nilai Cardano (ADA), Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) masing-masing menyusut 13,04%, 4,01%, 4,16%, dan 4,08% dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya seperti Dogecoin (DOGE) dan Cosmos (ATOM) masing-masing terpeleset 1,85% dan 0,74%.

Secara umum, pasar kripto memang tidak dihujani sentimen positif sejak awal pekan. Malahan, pelaku pasar kerap disuguhi berita-berita kurang sedap, khususnya dari segi regulasi.

Contohnya, Biro Investigasi Pakistan dikabarkan telah meminta Otoritas Telekomunikasi Pakistan untuk memblokir situs-situs yang berkaitan dengan aset kripto. Selain itu, Komisi Pasar Sekuritas Spanyol (CNMV) juga berniat akan mengawasi promosi aset kripto di media sosial. Inggris rencananya juga akan mengambil langkah serupa, namun atas dasar perlindungan konsumen.

Kendati demikian, terdapat pula rentetan kabar baik di jagat kripto.

Jaringan Polygon, contohnya, kini telah memasang pembaruan Ethereum berdasarkan EIP-1559. Sehingga, jaringan tersebut bisa mulai "membakar koin" dan mengetatkan suplainya. Hanya saja, kabar ini tidak sanggup mendongkrak harga token native-nya, MATIC, yang justru jeblok 4,62% dalam sehari terakhir.

Selain itu, raksasa teknologi Google dikabarkan akan menerima BTC sebagai salah satu opsi pembayaran di platformnya.

Emas

Harga emas di pasar spot nangkring di level US$1.842,44 per ons pada pukul 08.43 WIB, meningkat 1,54% dibanding sehari sebelumnya. Uniknya, nilai sang logam mulia justru berkilau ketika musuh bebuyutannya, yield obligasi AS bertenor 10 tahun, sama-sama menunjukkan keperkasaannya.

Usut punya usut, ternyata pelaku pasar tengah rajin mengoleksi emas gara-gara inflasi yang tengah meradang. Setelah AS mengumumkan bahwa inflasinya mencapai 7% sepanjang 2021, kini giliran Inggris yang merilis tingkat inflasi tahunan sebesar 5,4% pada Desember lalu.

Tindakan pelaku pasar pun dapat dimaklumi. Sebab, emas merupakan aset paling efektif dalam melindungi nilai kekayaan dari gerusan inflasi.

Hanya saja, pelaku pasar tampak enggan terlalu rakus mengakumulasi sang logam mulia. Sebab, mereka juga mengantisipasi hasil rapat The Fed pada pekan depan.

Baca juga: Rangkuman Pasar: THETA Melejit, IHSG Malah Terbaring Sakit

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 95,44 pada pukul 08.49 WIB, melemah 0,07% dibanding sehari sebelumnya. Nilai sang mata uang negara Paman Sam sedikit oleng di jangka pendek akibat penguatan nilai Poundsterling selepas pengumuman inflasi Inggris.

Namun, analiis mengatakan bahwa Dolar AS "punya sokongan yang kuat" untuk tetap berjaya setidaknya hingga Maret, di mana The Fed diperkirakan akan mengerek suku bunga acuannya pertama kali tahun ini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait