Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pluang Pagi: Yield AS Bikin Wall Street Nangis, Aset Kripto Masih Miris
shareIcon

Pluang Pagi: Yield AS Bikin Wall Street Nangis, Aset Kripto Masih Miris

20 Jan 2022, 2:00 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Pluang Pagi: Yield AS Bikin Wall Street Nangis, Aset Kripto Masih Miris

Selamat pagi, Sobat Cuan! mengawali aktivitasmu di Kamis pagi (20/1) ini, yuk simak rangkuman pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Tiga indeks saham utama Amerika Serikat terjerembab pada sesi perdagangan Rabu (19/1) waktu setempat. Nilai S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) kompak susut 1%, sementara nilai indeks Nasdaq melorot 1,2%.

Kinerja saham sektor teknologi yang mengecewakan menjadi alasan di balik lesunya performa indeks saham Wall Street. Pelaku pasar nampaknya kian menjauhi saham-saham teknologi berkategori growth stocks setelah tingkat imbal hasil obligasi AS (yield) bertenor 10 tahun menyentuh rekor tertingginya dalam dua tahun terakhir.

Sekadar informasi, kenaikan yield obligasi pemerintah AS bisa menghambat kegiatan konsumsi dan investasi, dua faktor utama pembentuk pertumbuhan ekonomi. Nah, akibatnya, pelaku pasar pun jaga jarak atas saham-saham teknologi berkategori growth stocks yang biasa berkinerja moncer kala pertumbuhan ekonomi tokcer.

Selain itu, kinerja mengecewakan indeks saham AS juga disebabkan oleh jebloknya saham-saham sektor perbankan. Memang, Morgan Stanley dan Bank of America terbilang kemarin merilis laporan kinerja keuangan kuartal III 2021 yang melebihi ekspektasi. Namun, prestasi tersebut harus kalah oleh performa saham-saham bank regional yang terbilang memble.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Omicron Mengganas, IHSG & Kripto Pun 'Tewas'

Aset Kripto

Aset kripto nampaknya masih betah berkubang di zona merah meskipun berhari-hari lamanya. Melansir Coinmarketcap pukul 08.25 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat bercokol di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, kini bertengger di US$41.776,54 per keping alias ciut 1,45% dalam sehari terakhir. Nilai Ether (ETH) ikutan terjerembab 1,93% ke US$3.102,37 di waktu yang sama.

Nasib lebih parah dialami koin-koin "pembunuh Ethereum". Nilai Cardano (ADA), Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) masing-masing menyusut 13,04%, 4,01%, 4,16%, dan 4,08% dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya seperti Dogecoin (DOGE) dan Cosmos (ATOM) masing-masing terpeleset 1,85% dan 0,74%.

Secara umum, pasar kripto memang tidak dihujani sentimen positif sejak awal pekan. Malahan, pelaku pasar kerap disuguhi berita-berita kurang sedap, khususnya dari segi regulasi.

Contohnya, Biro Investigasi Pakistan dikabarkan telah meminta Otoritas Telekomunikasi Pakistan untuk memblokir situs-situs yang berkaitan dengan aset kripto. Selain itu, Komisi Pasar Sekuritas Spanyol (CNMV) juga berniat akan mengawasi promosi aset kripto di media sosial. Inggris rencananya juga akan mengambil langkah serupa, namun atas dasar perlindungan konsumen.

Kendati demikian, terdapat pula rentetan kabar baik di jagat kripto.

Jaringan Polygon, contohnya, kini telah memasang pembaruan Ethereum berdasarkan EIP-1559. Sehingga, jaringan tersebut bisa mulai "membakar koin" dan mengetatkan suplainya. Hanya saja, kabar ini tidak sanggup mendongkrak harga token native-nya, MATIC, yang justru jeblok 4,62% dalam sehari terakhir.

Selain itu, raksasa teknologi Google dikabarkan akan menerima BTC sebagai salah satu opsi pembayaran di platformnya.

Emas

Harga emas di pasar spot nangkring di level US$1.842,44 per ons pada pukul 08.43 WIB, meningkat 1,54% dibanding sehari sebelumnya. Uniknya, nilai sang logam mulia justru berkilau ketika musuh bebuyutannya, yield obligasi AS bertenor 10 tahun, sama-sama menunjukkan keperkasaannya.

Usut punya usut, ternyata pelaku pasar tengah rajin mengoleksi emas gara-gara inflasi yang tengah meradang. Setelah AS mengumumkan bahwa inflasinya mencapai 7% sepanjang 2021, kini giliran Inggris yang merilis tingkat inflasi tahunan sebesar 5,4% pada Desember lalu.

Tindakan pelaku pasar pun dapat dimaklumi. Sebab, emas merupakan aset paling efektif dalam melindungi nilai kekayaan dari gerusan inflasi.

Hanya saja, pelaku pasar tampak enggan terlalu rakus mengakumulasi sang logam mulia. Sebab, mereka juga mengantisipasi hasil rapat The Fed pada pekan depan.

Baca juga: Rangkuman Pasar: THETA Melejit, IHSG Malah Terbaring Sakit

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 95,44 pada pukul 08.49 WIB, melemah 0,07% dibanding sehari sebelumnya. Nilai sang mata uang negara Paman Sam sedikit oleng di jangka pendek akibat penguatan nilai Poundsterling selepas pengumuman inflasi Inggris.

Namun, analiis mengatakan bahwa Dolar AS "punya sokongan yang kuat" untuk tetap berjaya setidaknya hingga Maret, di mana The Fed diperkirakan akan mengerek suku bunga acuannya pertama kali tahun ini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang pagi
Pluang Pagi: Krisis di Ukraina Memanas, Aset Kripto Kembali Lemas!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1