Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Omicron Mengganas, IHSG & Kripto Pun 'Tewas'

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir tragis begitu pun pasar kripto pada hari ini. Apa sih sebenarnya yang terjadi pada sesi perdagangan hari ini? Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Omicron Makin Ngeri, IHSG Gagal Berseri

IHSG undur diri di level 6.614,06 poin pada sesi perdagangan Selasa (18/1) alias terkoreksi 0,47% dibanding sesi perdagangan sebelumnya.

Meski melemah hari ini, IHSG setidaknya berhasil menghindari nasib tragis. Betapa tidak, sang indeks domestik sempat tertekan ke level 6.651,59 poin di akhir sesi pertama. Meski tidak berhasil selamat di zona hijau, setidaknya IHSG bisa kembali bangkit ke atas level psikologis 6.600.

Penyebaran virus COVID-19 varian Omicron di Indonesia diduga kuat menjadi biang keladi melempemnya IHSG pada hari ini. Tengok saja data terakhir Kementerian Kesehatan per Senin (17/1) yang menunjukkan bahwa kasus konfirmasi positif COVID-19 Indonesia sudah menembus 772 kasus.

Merebaknya varian Omicron pun bikin pemerintah bersikap pasang kuda-kuda. Pada hari ini, pemerintah mengumumkan untuk memperpanjang status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Sosial (PPKM) di Jawa-Bali. Sementara itu, meski status PPKM DKI Jakarta masih di level 2, namun sang ibu kota negara mempertimbangkan untuk menaikkannya ke level 3.

Nah, kenaikan status pembatasan sosial inilah yang bikin investor khawatir bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terhambat kembali. Sebab, saat ekonomi ambyar, investor tentu mengurungkan niat untuk membenamkan dana di pasar modal.

Geger Omicron tak melanda dalam negeri saja. China, misalnya, telah mengonfirmasi bahwa transmisi Omicron telah melanda lima provinsinya.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Weekend Anti Ambyar, IHSG & DOGE Tampil Cetar!

IHSG Amburadul, Asing Borong Rp110,41 Miliar

Meskipun indeks saham terpojok, pelaku pasar asing masih terus mengoleksi saham-saham pilihannya. Sepanjang perdagangan hari ini, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp11,54 triliun dengan posisi net foreign buy sebesar Rp110,41 mililiar.

Mereka terlihat rajin memburu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak Rp117,1 miliar. Selain itu, mereka juga getol memborong saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing sebesar Rp59,8 miliar dan Rp54,5 miiliar.

Di sisi lain, mereka juga melepas saham-saham berkapitalisasi jumbo lainnya. Sebagai contoh, mereka melepas saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak Rp96 miliar dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp66,6 miliar.

Aksi itu langsung membuat saham-saham jumbo mati langkah. Harga saham BBNI, misalnya, tertekan 1,74% ke level Rp7.075 per saham. Kemudian, nilai saham BBCA ambruk 0,97% di waktu yang sama.

Nasib paling apes dialami saham sektor teknologi yang nilainya terjun 2,71% pada hari ini. Dalam kondisi yang serba tidak menentu seperti sekarang, sektor yang memiliki unsur kebaruan biasanya dapat mudah terbanting lantaran pasar lebih memilih untuk membenamkan dananya di aset yang cenderung aman dan tahan terhadap gejolak ekonomi.

Semakin Tak Elok, Pasar Kripto Kembali Anjlok

Pasar kripto masih saja terlihat mati gaya pada sore hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 17.29 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar besar tak mau beranjak dari zona merah dalam 24 jam terakhir.

Bitcoin (BTC), contohnya, bercokol di US$41.953,75 per keping atau ambyar 2% dalam sehari terakhir. Pesaing terdekatnya, Ether (ETH), juga anjlok 2,93% ke US$3.172,04 di waktu yang sama.

Koin pembunuh Ethereum seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) nilainya masing-masing susut 3,72%, 2,74%, 7,1%, dan 3,31% dalam sehari terakhir.

Kuat dugaan, aset kripto yang lesu berjemaah hari ini disebabkan oleh berbagai sentimen miring.

Pertama, investor nampaknya memang kurang selera masuk pasar aset berisiko gara-gara niatan pengetatan kebijakan moneter bank sentral di berbagai belahan dunia dan maraknya penyebaran virus Omicron.

Kedua, Biro Investigasi Pakistan juga dikabarkan telah meminta Otoritas Telekomunikasi Pakistan untuk memblokir situs-situs yang berkaitan dengan aset kripto. Kabar ini muncul tepat beberapa hari setelah bank sentral negara tersebut berniat melarang segala aktivitas berbau aset kripto di negara tersebut.

Adapun kabar menggembirakan datang dari Polygon (MATIC). Platform blockchain layer ke-dua Ethereum itu telah mengimplementasikan proposal Ethereum EIP-1559 dan memungkinkan Polygon untuk membakar koinnya. Nah, dengan mekanisme ini, ada kemungkinan suplai MATIC akan menyusut.

Namun, kabar tersebut tak cukup kuat menopang pergerakan harga MATIC. Sebab, nilainya justru amblas 8,66% dalam sehari terakhir.

Baca juga: Pluang Pagi: Pasar Kripto Masih Culun, Cardano Malah Naik Daun

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait