Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Fed Bikin Galau, Tapi Saham AS & Kripto Tetap 'Selow'

Selamat pagi, Sobat Cuan! Pelaku pasar sedang ketar-ketir menanti pengumuman kebijakan moneter teranyar The Fed, namun aset kripto dan pasar saham AS justru terlihat selow. Kok bisa? Yuk, simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali unjuk taring pada penutupan perdagangan Selasa (19/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) tumbuh 0,6%, sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 masing-masing menanjak 0,7%.
  • Indeks Wall Street berhasil melaju setelah pelaku pasar memborong saham teknologi mumpung harganya murah (buy the dip), utamanya saham Meta Platforms dan Apple.
  • Sikap pelaku pasar tersebut sejatinya terbilang sebagai sebuah anomali. Pasalnya, mereka meraup saham teknologi ketika tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menyentuh tingkat tertingginya dalam 11 tahun terakhir.
  • Biasanya, pelaku pasar malas mengoleksi saham teknologi ketika tingkat imbal hasil obligasi AS sedang menanjak. Pasalnya, mereka selalu membandingkan return instrumen berpendapatan tetap, yang merupakan aset berisiko aman, dengan saham teknologi berkategori growth stocks yang punya profil risiko sangat tinggi.
  • Saat ini, pelaku pasar tengah menanti pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS The Fed yang dimulai Selasa (20/9).

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investasi EBT Bikin IHSG Comeback, Kripto Masih Lembek

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, kondisi pasar kripto terlihat lumayan semringah pada Selasa pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.27 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat berhasil lompat ke zona hijau.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, tumbuh 0,4% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$19.541 per keping. Ether (ETH), di sisi lain, berhasil pulih 2,24% ke US$1.371 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya juga ketiban nasib mujur. Nilai Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) menguat kurang dari 1% dalam 24 jam terakhir. Sementara nilai Binance Coin (BNB) dan Polygon (MATIC) kompak melaju lebih dari 1% di waktu yang sama. 
  • Di jajaran aset kripto utama, XRP menjadi koin dengan performa paling kinclong setelah membukukan pertumbuhan nilai 5,91% dalam sehari belakangan.
  • Sama seperti yang terjadi di pasar saham AS, pelaku pasar tampaknya juga tengah memborong aset kripto setelah harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, Coindesk melaporkan bahwa volume perdagangan harian aset kripto kemarin mulai menanjak.
  • Hanya saja, kondisi pasar kripto sejatinya masih terbilang bergejolak. Pasalnya, sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik pelaku pasar.
  • Sesuai survei terakhir, 80% pelaku pasar meramal The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin sementara sisanya malah menaksir kenaikan suku bunga acuan 100 basis poin.
  • Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok.

Baca Juga: Pluang Insight: Faktor Makroekonomi Apa Saja yang Pengaruhi Pasar Kripto?

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.676,52 per ons pada pukul 07.44 WIB, menguat tipis dari US$1.672 pada periode yang sama kemarin.
  • Meski menguat tipis, namun harga emas sejatinya masih tertatih-tatih menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed.
  • Jika bank sentral AS itu mengerek suku bunga acuannya, maka harga emas akan terjun bebas. Sebab, kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Jika itu terjadi, maka opportunity cost investor dalam menggenggam emas akan menjadi lebih mahal.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait