Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Ekonomi Kurang Bergairah, Pasar AS dan Kripto Lanjut Bertingkah

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS dan kripto masih mendekam di zona merah. Pasca The Merge, Ethereum sendiri tampak terkena musibah sell on news. Simak selengkapnya di Pluang Pagi!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) masih tertekan sejak perilisan data inflasi AS pada Selasa (13/9).
  • Pada penutupan Kamis (1/9), nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah -0,56% diikuti oleh nilai S&P 500 dan Nasdaq yang merosot -1,13% dan -1,43%.
  • Pelemahan pada perdagangan kemarin dikerek oleh saham berbasis energi dan teknologi dengan tekanan dari naiknya obligasi AS dikarenakan para pelaku pasar melakukan aksi priced-in pada kenaikan suku bunga yang berkelanjutan.
  • Pandangan yang cukup beragam atas kondisi ekonomi AS dihadapi para investor dimana kondisi inflasi yang tak kunjung turun, melambatnya konsumsi retail namun data pengangguran awal yang menguat membuat kekhawatiran pasar berlanjut.
  • Kemarin, AS merilis data pengangguran awal sebesar 213.000 angkatan kerja sepanjang pekan lalu alias di bawah konsensus analis 226.000. Namun, angka tersebut ternyata susut 5.000 dibanding sepekan sebelumnya.
  • Kondisi pasar tenaga kerja yang mengetat plus kuatnya data manufaktur AS digadang akan membuat The Fed makin pede untuk meneruskan kenaikan suku bunga acuan. Hal itu tentu akan menghantam kinerja pasar berisiko, termasuk pasar saham AS.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: IHSG Lanjut Menanjak, Kripto Tampil Acak

Aset Kripto

  • Melansir Coinmarketcap pukul 08.37 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bertengger di merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, melemah 1,72% selama sehari terakhir dan kini berada di US$19.777 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) merosot paling dalam sebesar 8,65% ke US$1.478 di waktu yang sama jika dibandingkan dengan 10 aset kripto terbesar.
  • Jika dibandingkan dengan ETH, maka altcoin lainnya tampil lebih memukau seperti BNB yang hanya merosot 1,62% di waktu yang sama dan juga Cardano (ADA) yang jatuh 1,64%.
  • Penyebab penurunan ini dimulai saat ETH berhasil melakukan aksi historis nya yaitu The Merge. Hal ini dikarenakan aksi dari pasar yang dikenal buy the rumor sell the news yang artinya membeli saat rumor dan menjual saat sudah kejadian.
  • Pasca The Merge, data terakhir menunjukan bahwa hanya terdapat 2 address yang mengkontrol 46% dari seluruh node Ethereum PoS. Perlu diketahui bahwa node memiliki peran penting pada mekanisme staking yang baru diperkenalkan Ethereum dikarenakan para miner yang sebelumnya menambang sekarang harus berkomitmen untuk mempertaruhkan token mereka untuk memproduksi blok transaksi selanjutnya. 
  • Namun, satu altcoin yang tampil berbeda yaitu Cosmos (ATOM) yang berhasil naik double-digit pada waktu yang sama.
  • Jika melihat dari pergerakan ATOM, terlihat bahwa ATOM berada di atas 20-day moving average dan berada di ascending channel nya. Pergerakan ini pun sangat diminati pasar dimana ATOM selalu membuat pola higher high dan higher low alias berada dalam kondisi uptrend.
  • Selain dari The Merge, permasalahan pun aslinya datang dari kondisi makroekonomi yang tidak berpihak pada aset berisiko. Perlu di ingat bahwa pergerakan bitcoin dan kawan-kawan sekarang sudah berbanding lurus dengan pasar saham dikarenakan eksposur investor institusi pada aset kripto.

Baca Juga: Pluang Insight: Apakah Kutukan 'Septembear' di Pasar Kripto Akan Terulang Tahun Ini?

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.664 per ons pada penutupan hari Kamis, melemah dari US$1.697 per ons di periode yang sama sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia kian terjungkal setelah nilai Dolar AS makin perkasa.
  • Kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas pun akan susut.
  • Di samping itu, pelaku pasar juga makin malas mengoleksi emas lantaran tanda-tanda pengetatan kebijakan moneter The Fed makin kentara seiring waktu.
  • Kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan tingkat imbal hasil obligasi AS. Sayangnya, hal itu akan membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas menjadi lebih mahal.

Baca Juga: Pluang Pagi: Sentimen Negatif Usai? Pasar AS dan Kripto Rebound Tipis!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait