Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Eropa Bakal Jadi Medan Perang, Kripto & Emas Malah Girang!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali aktivitasmu Selasa pagi (15/2), yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Nasib apes kembali menimpa trio indeks saham Wall Street. Nilai Nasdaq ditutup flat pada sesi perdagangan Senin (14/2), sementara nilai S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing luluh 0,42% dan 0,49% di waktu yang sama.

Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina bikin pelaku pasar menjauh dari pasar modal AS kemarin. Maklum, situasi geopolitik yang tidak pasti bikin prospek ekonomi juga tidak ajeg, sehingga cuan yang mereka dapatkan di pasar modal dikhawatirkan tidak akan membuncah di masa depan.

Tensi antara Rusia dan Ukraina semakin panas setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, melalui unggahan Facebook, mengatakan ia "sudah tahu" bahwa negara beruang merah tersebut akan menginvasi Ukraina pada Rabu (16/2). Hanya saja, Zelenskyy kemudian mengklarifikasi bahwa komentar tersebut hanya bersifat sarkastis semata.

Meski demikian, banyak pihak meragukan bahwa unggahan itu benar-benar terdengar sarkastis. Sebab, sikap itu tak kentara ketika komentar Zelenskyy diterjemahkan dari bahasa Ukraina ke Inggris.

Selain itu, ucapan Zelenskyy mungkin ada benarnya mengingat laporan CBS mengatakan bahwa Rusia sudah mengerahkan pasukannya untuk meluncurkan serangan.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan akan terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengingat pembicaraan antara kedua belah pihak terbilang "konstruktif".

Baca juga: Rangkuman Pasar: Dunia Lagi Gak Akur, IHSG & Kripto Tersungkur

Aset Kripto

Setelah terbenam di awal pekan, kini harga-harga aset kripto perlahan mulai pulih kembali. Melansir Coinmarketcap pukul 08.12 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berada di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) kini bertengger di US$42.556,05 per keping alias naik 1,02% dibanding sehari sebelumnya. Kemudian, nilai Ether (ETH) juga melonjak 1,59% ke US$2.918,92 di hari yang sama.

Nasib mujur keduanya diikuti oleh Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) yang masing-masing loncat 1,56% dan 1,31% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Terra (LUNA), dan Avalanche (AVAX) malah bergerak lebih lincah setelah menguat masing-masing 4,58%, 3,51%, dan 4,7%.

Sama seperti kemarin, sentimen utama di pasar kripto pagi ini masih berkutat di sekitaran tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Namun, kini pelaku pasar nampaknya sadar bahwa ketegangan tersebut akan meningkatkan harga komoditas energi dan ujungnya bakal mengerek inflasi lebih tajam. Sehingga, mereka kembali merangsek masuk pasar kripto sebagai upaya untuk melindungi kekayaan dari inflasi di masa depan. Hal ini lumrah saja, mengingat analis menganggap bahwa pergerakan harga aset kripto memang tidak berhubungan langsung dengan inflasi.

Di samping itu, pelaku pasar pun tetap optimistis dengan kripto setelah melihat data bahwa aliran modal ke pasar aset digital terbilang deras pada pekan lalu. Pasar BTC mencatat aliran modal masuk bersih sebesar US$25 juta, sementara ETH mencatat US$21 juta. Menariknya, ini merupakan net inflow pertama ETH dalam 10 pekan terakhir.

Kemudian, fundamental BTC khususnya hash rate pun menunjukkan perbaikan. Bahkan, nilainya mencetak rekor tertingginya sepanjang masa pada akhir pekan lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi pertambangan kripto perlahan pulih setelah tindakan keras pemerintah China yang melarang aktivitas tersebut di tahun lalu.

Analis OANDA Edward Moya mengatakan bahwa pelaku pasar kemungkinan akan kembali fokus memperhatikan indikator makroekonomi AS setelah tensi geopolitik Rusia dan Ukraina telah kembali mereda. Salah satu hal yang bakal mereka pantau adalah perilisan Indeks Harga Produsen AS pada Kamis (17/2), sebuah indikator yang bisa memberi petunjuk soal tingkat keparahan inflasi AS.

Emas

Harga emas terus menjulang hari ke hari. Pada pukul 08.35 WIB, nilai sang logam mulia tercatat di level US$1.871,88, naik 0,66% dibanding sehari sebelumnya.

Harga emas terus terbang tinggi setelah statusnya sebagai aset safe haven ikut melonjak. Penyebabnya, apalagi kalau bukan memanasnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Ya, investor memang doyan menempatkan kekayaannya di emas ketika situasi ekonomi terbilang tidak pasti.

Selain karena ketidakpastian ekonomi, sikap investor yang getol mengoleksi emas juga didorong oleh kekhawatiran mereka atas inflasi. Ketakutan ini muncul setelah harga komoditas energi terus melonjak sebagai imbas dari ketegangan di benua biru tersebut.

Sekadar informasi, emas sejak dulu dikenal sebagai aset pelindung nilai efektif melawan inflasi. Sebab, emas memiliki sifat logam mulia yakni tak akan berkarat, sehingga nilainya saat ini akan tetap sama di masa depan.

Baca juga: Alasan Mengapa Investasi Emas Sangat Berharga

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 96,22 pada pukul 08.42 WIB, naik tajam dibanding sehari sebelumnya yakni 95,98.

Nilai sang aset greenback menguat setelah nilai Euro terjungkal berkat memanasnya ketegangan geopolitik di Eropa. Selain itu, eskalasi tensi geopolitik tersebut juga bikin pelaku pasar mengoleksi Dolar AS sebagai aset safe haven.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait