Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Makroekonomi Bikin Investor Gerah, Kripto Terjebak di Zona Merah

Selamat hari Senin, Sobat Cuan! Semoga hari ini kamu tetap semangat meski kinerja indeks saham AS terbilang begajulan sementara aset kripto masih belum bangun di awal pekan. Kenapa ya? Simak selengkapnya di sini!

Indeks Saham AS

  • Indeks saham AS tampil tak beraturan pada sesi perdagangan Jumat (8/4). Nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing tumbuh 0,1% dan 0,64%, namun indeks Nasdaq malah terjungkal 0,89%.
  • Lesunya saham-saham sektor teknologi lagi-lagi menjadi biang keladi performa indeks Wall Street yang melempem. Hal ini terjadi setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang akhirnya menembus angka 2,7% pada akhir pekan lalu.
  • Sekadar informasi, kenaikan yield obligasi pemerintah merupakan momok bagi saham-saham teknologi berkategori growth stocks.
  • Menanjaknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS didorong oleh ekspektasi pelaku pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, bakal tak main-main untuk melancarkan sikap hawkish-nya.
  • Menurut risalah rapat FOMC The Fed (minutes of meeting) Maret yang dirilis Rabu pekan lalu, The Fed membuka peluang untuk mengerek suku bunga acuan hingga 50 basis poin. Selain itu, mereka juga berniat mengurangi neracanya setelah rapat bulan depan.
  • Di saat yang bersamaan, performa saham sektor finansial malah terlihat moncer setelah pelaku pasar meramal kinerja kuartal I mereka yang mumpuni plus potensi cuan melimpah di tengah rezim suku bunga tinggi The Fed.
  • Asal tahu saja, kenaikan suku bunga acuan The Fed akan ikut mengerek tingkat bunga kredit. Hal itu bisa ikut mendongkrak margin bunga bersih yang dikantongi emiten perbankan di masa depan.

Baca juga: Kabar Sepekan: Cuti Bersama Kembali Lagi, Pemerintah Siapkan Subsidi Gaji!

Aset Kripto

  • Jajaran aset kripto utama masih memilih rebahan di Senin pagi ini. Melansir Coinmarketcap pukul 08.06 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat tampak terdiam di zona merah.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, kini bertengger di US$42.323,22 per keping alias jatuh 0,76% dibanding sehari sebelumnya. Kemudian, terdapat pula nilai Ether (ETH) yang amblas 1,29% ke US$3.207,68 per keping di hari yang sama.
  • Altcoin lain pun ikut mengekor keduanya. Solana (SOL) terpantau lesu 0,39%, sementara nilai XRP, Cardano (ADA), dan Terra (LUNA) masing-masing amblas 1,13%, 0,26%, dan 5,15% dalam sehari terakhir.
  • Dari geng aset kripto utama, hanya Dogecoin (DOGE) saja yang sukses ke zona hijau pagi ini dengan membukukan pertumbuhan 2,95% dalam 24 jam terakhir.
  • Secara umum, performa aset kripto pagi ini disebabkan oleh faktor rutin setiap minggu, yakni tipisnya volume perdagangan di waktu akhir pekan. Sayangnya, di masa-masa tersebut, pelaku pasar ternyata lebih memilih melancarkan aksi jual ketimbang aksi beli, sehingga mayoritas kripto utama harus terjebak di zona merah.
  • Kuat dugaan, aksi jual tersebut, ditambah dengan ketidakpercayaan diri pelaku pasar untuk masuk ke pasar kripto, disebabkan oleh ketidakpastian makroekonomi yang terjadi saat ini. Sehingga, pelaku pasar memilih untuk memarkirkan sementara uangnya di aset yang lebih aman.
  • Adapun contoh ketidakpastian yang dihadapi pelaku pasar adalah ketidakjelasan atas akhir dari konflik geopolitik Rusia dan Ukraina. Selain itu, pelaku pasar juga harus berhadapan dengan sikap The Fed yang ternyata bakal cukup agresif dalam mengetatkan kebijakan moneternya.
  • Analis mengatakan, kondisi makroekonomi yang masih belum ajeg bisa membawa kinerja aset kripto tenggelam lebih dalam.
  • "Harga BTC bisa bereaksi di antara US$32.000 hingga US$37.000 jika tidak memiliki momentum bullish di tengah kekhawatiran makroekonomi saat ini," ujar CEO BitBull Capital Joe DiPasquale seperti dikutip Coindesk.

Emas

  • Harga emas di pasar spot menyentuh US$1.946,4 per ons pada pukul 08.25 WIB, meningkat dibanding posisi yang sama di akhir pekan lalu US$1.932 per ons.
  • Pelaku pasar ternyata masih getol mengoleksi emas sebagai aset safe haven lantaran menganggap situasi ekonomi ke depan masih penuh ketidakpastian.
  • Mereka menganggap bahwa sikap hawkish The Fed bakal berujung ke resesi ekonomi. Selain itu, mereka juga khawatir bahwa AS masih bakal dihantam inflasi yang semakin ngamuk, sehingga mereka tentu merasa harus melindungi kekayaannya di emas.

Baca juga: Pasar Sepekan: Kena Turbulensi Ganas, Kripto & Saham AS Gagal Lepas Landas!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

 

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait