Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Insight: AMD Semringah Karena Pendapatan Naik, Gigit Jari Karena Laba Tercekik

Tahun ini bukanlah tahun yang mujur bagi perusahaan teknologi. Lantas, bagaimana produsen chip AMD mengarungi situasi penuh ketidakpastian? Simak selengkapnya di Pluang Insight berikut!

Sekilas Mengenai AMD

Advanced Micro Devices (AMD) adalah produsen chip semikonduktor yang biasa digunakan sebagai komponen utama perangkat komputer dan produk elektronik retail.

Secara umum, perusahaan yang berbasis di Santa Clara, negara bagian California, Amerika Serikat tersebut memfokuskan produknya untuk menjadi elemen utama dalam unit pemrosesan grafis (GPU) dan pusat pengolahan masukan (CPU) bagi perangkat elektronik di segmen ritel dan pusat data.

Sebagai contoh, Sobat Cuan pasti kenal dengan mesin video game Sony Playstation dan Microsoft Xbox bukan? Nah, kedua mesin permainan tersebut menggunakan chip besutan AMD sebagai motor utamanya.

Lebih lanjut, sejak berdiri 1969 silam, AMD melancarkan banyak sekali aksi korporasi untuk melebarkan sayap bisnisnya.

Misalnya, pada 2006 lalu, AMD mengakuisisi produsen prosesor grafis dan chipset asal Kanada, ATI Technologies, demi mendongkrak posisi mereka sebagai pemain utama di segmen komputer pribadi (PC).

Sementara di tahun ini, perseroan juga mencaplok produsen semikonduktor Xilinx, yang juga pemimpin pasar chip berkategori field-programmable gate array (FPGA), sebagai upaya penetrasi ke pasar segmen data center.

Baca Juga: Pluang Insight: Penjualan Mac & iPhone 14 Tokcer, Laba Apple pun Moncer!

Bagaimana Isi Laporan Keuangan AMD?

AMD boleh berbangga diri pada kuartal lalu. Namun, di saat yang sama, mereka pun ternyata juga harus gigit jari.

Di satu sisi, perseroan sukses mencetak pendapatan US$5.6 miliar atau tumbuh 29% secara tahunan. Apalagi raihan tersebut juga lebih baik dari ekspektasi pasar US$5,57 juta.

Kali ini, AMD perlu berterima kasih terhadap permintaan dari segmen data center dan gaming yang masing-masing tumbuh fantastis 45% dan 14% di triwulan lalu. Terdapat pula pertumbuhan pendapatan segmen Embedded yang melesat kencang 1.549% dari tahun lalu!

Rupanya, kenaikan pesat segmen Embedded disebabkan oleh akuisisi AMD terhadap Xilinx tahun ini, sehingga AMD berkesempatan untuk merambah sektor dirgantara, militer, industri, dan komunikasi. Sebelumnya, sektor-sektor ini tak pernah dijangkau oleh AMD.

Sayangnya, prestasi serupa tak dirasakan oleh pendapatan segmen institusi yang turun 40% pada triwulan lalu. Hal ini disebabkan oleh permintaan pasar komputer pribadi yang memang sedang melemah dan terdapat pembenahan inventori di sistem rantai pasok produk tersebut.

Selain itu, bencana lain yang menimpa perusahaan adalah bengkaknya beban operasional. AMD ternyata mencatat pengeluaran operasional US$2,42 miliar atau meroket 113% dari posisi yang sama tahun lalu US$1,14 miliar.

Biang keladi utamanya adalah akuisisi perusahaan atas Xilinx dan juga biaya riset dan pengembangan yang kian menggembung. Maklum saja, sebab AMD memang getol merilis beberapa seri prosesor baru di tahun ini seperti AMD Ryzen seri 7000.

Alhasil, perusahaan hanya sukses membukukan laba US$873 juta sepanjang kuartal lalu atau terjun 23% dari US$1,09 miliar di periode sama setahun sebelumnya.

Imbasnya, laba per saham AMD pada triwulan lalu hanya mencapai US$0,04 per lembar atau anjlok 95% dibanding tahun lalu. Fakta ini sekaligus menyeret kinerja keuangan AMD ke tingkat terburuknya sejak kuartal II 2019.

Buruknya pencapaian laba perusahaan merupakan efek bola salju dari amblesnya pendapatan perseroan di segmen Client. Namun, hal ini bukanlah kejutan besar mengingat analis juga sudah memasang ekspektasi yang rendah bagi AMD pada kuartal III.

Bagaimana Prospek AMD ke Depan?

Manajemen perusahaan sudah memberikan sinyal kepada investor bahwa AMD hanya mampu membukukan pendapatan US$5,5 miliar di kuartal IV 2022. Meski angka tersebut memang menguat 14% secara tahunan, namun hal tersebut tetap saja di bawah estimasi pasar yakni US$5,8 miliar.

AMD berdalih, permintaan untuk segmen server dan data center masih akan kuat. Sayangnya, pelemahan permintaan pada segmen komputer pribadi dan gaming akan membayangi kinerja perusahaan ke depan.

Di samping itu, meski memiliki kemampuan untuk menjaga daya saingnya di segmen GPU dan CPU dengan perilisan prosesor seri Ryzen dan Radeon, AMD masih dianggap belum cukup berinovasi untuk memperbaiki pangsa pasar dan pendapatan dalam jangka panjang.

Di samping mengalami pendapatan yang bakal tertekan, AMD juga diramal akan menggelontorkan lebih banyak beban riset dan pengembangan demi menghajar kompetitornya, Intel.

Berdasarkan hal tersebut, laba per saham AMD diramal akan berada di US$0,67 di kuartal IV 2022 atau lebih rendah US$0,13 dari ekspektasi pasar.

Selain itu, JPMorgan juga menargetkan target harga AMD di US$70 per lembar pada akhir 2023 alias 20% lebih baik dari harganya saat ini.

Dapatkan Saham AMD di Sini!

Baca Juga: Pluang Insight: Belanja Bengkak Bikin Laba Meta Platforms Terkoyak

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait