Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Tech Sector Earnings Ahead: Apa yang Perlu Investor Pantau?
shareIcon

Tech Sector Earnings Ahead: Apa yang Perlu Investor Pantau?

16 Oct 2023, 10:21 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Tech Sector Earnings Ahead: Apa yang Perlu Investor Pantau?

Mulai dari keputusan suku bunga Fed krusial bagi sektor teknologi hingga saham apa yang layak dibeli, selengkapnya di US Tech berikut! 

Keputusan Suku Bunga Fed Jadi Faktor Krusial bagi Sektor Teknologi

Suku bunga acuan tinggi bukanlah sahabat bagi kinerja keuangan sektor teknologi. 

Alasannya cukup sederhana. Kenaikan suku bunga acuan akan ikut mendongkrak bunga pembiayaan. Hal itu tentunya mempersulit perusahaan teknologi, baik perusahaan beken maupun yang belum membukukan profit, dalam menggaet tambahan modal.

Sementara itu, modal adalah aspek paling krusial bagi keberlangsungan perusahaan teknologi. Maklum saja, mereka pasti membutuhkan dana berjumlah jumbo agar terus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru melalui proses riset dan pengembangan (R&D).

Berkaca pada kondisi tersebut, investor tentu penasaran mengenai nasib suku bunga acuan ke depan. Apakah The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya? Atau justru malah kembali mendongraknya?

Sejauh ini, The Fed memang tak main-main dalam mengerek suku bunga acuannya demi meredam inflasi AS yang kelewat kronis. Bank sentral AS itu diketahui telah menaikkan suku bunganya secara agresif dari 0-0,25% di Februari 2022 menjadi 5,25-5,5% hingga September 2023. Dengan kata lain, suku bunga acuan telah melesat 525 basis poin dalam kurun 18 bulan terakhir.

Kendati demikian, upaya itu sepertinya belum cukup untuk membinasakan inflasi. Sebagai buktinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS berada di level 3,7% per September 2023 alias masih lebih tinggi dari target inflasi The Fed 2%.

US Inflation rate

Nah, melihat hal tersebut, maka The Fed kemungkinan masih belum pede untuk menurunkan suku bunga acuannya dalam jangka waktu yang lama.

Menurut FedWatch Tool CME Group, The Fed diramal akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan 31 Oktober-1 November 2023 mendatang. Pasalnya, The Fed dianggap masih punya ruang untuk meningkatkan suku bunga acuannya lagi seiring melejitnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Apabila terjadi, maka keputusan itu sejatinya melanjutkan keputusan rapat FOMC September di mana The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Namun, patut diingat bahwa pada rapat tersebut, 12 dari 19 pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga acuan satu kali lagi pada tahun ini. 

The fed funds rate AS

Jika The Fed benar-benar mengerek suku bunga acuannya sekali lagi, maka efeknya bisa dirasakan pada Desember 2023 akibat munculnya lagging effect. Hal itu, sayangnya, bakal semakin menekan aktivitas ekonomi AS dan berimbas negatif ke keuangan perusahaan sektor teknologi di akhir tahun.

Bagaimana Ramalan Market Terhadap Masa Depan Suku Bunga?

Yang namanya kebijakan moneter tentu suatu saat akan berubah. Begitu pun dengan kebijakan suku bunga acuan, di mana The Fed rupanya tidak akan setia dengan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang terlalu lama.

Menurut proyeksi ekonomi yang dirilisnya beberapa waktu lalu, The Fed mengindikasikan penurunan suku bunga agresif di 2024 dan 2025 yang membuat suku bunga acuan bakal melandai dari 5,5% di Oktober 2023 menjadi 2,9% di 2026. Keputusan itu didukung optimisme The Fed bahwa inflasi AS akan semakin jinak antar periode.

Interest rate consensus forecast

Suku Bunga Tinggi Tak Goyahkan Saham ‘The Maginificent 7’

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kenaikan suku bunga acuan memang punya korelasi negatif dengan kinerja keuangan sektor teknologi. Pun demikian, peristiwa itu tampaknya tak begitu memengaruhi kinerja saham-saham emiten sektor tersebut.

Sepanjang 2023, The Fed diketahui telah meningkatkan suku bunga acuannya sebanyak empat kali. Namun, saham tujuh perusahaan teknologi paling bonafide di AS yakni Amazon, Apple, Google, Meta, Microsoft, Nvidia, dan Tesla, atau dikenal sebagai The Magnificent 7, justru tetap mampu memberikan return positif jika dihitung sejak 1 Januari hingga 13 Oktober 2023.

Tujuh perusahaan paling bonafide
Dari seluruh anggota klub tersebut, Nvidia mencetak prestasi terbaik dengan mencetak kenaikan return lebih dari 200% sepanjang tahun ini. Langkahnya kemudian berturut-turut diikuti oleh Meta, Tesla, Google, Amazon, Microsoft, dan Apple.

Valuasi Saham Teknologi Berdasarkan Forward Multiples

US Tech (advertising)
US Tech (Transaction)

US Tech (software)

US tech (gaming)

US tech (Subscription)

Apa Saham Teknologi yang Layak Dibeli Berdasarkan Kinerja Historis?

Kinerja saham teknologi boleh saja tetap kokoh meski “digoyang” kenaikan suku bunga. Namun, di antara seluruh saham perusahaan teknologi beken AS, saham perusahaan apakah yang sekiranya memiliki valuasi paling “murah” dan layak dikoleksi?

Valuasi perusahaan
Sources: Bloomberg

Tabel di atas menunjukkan bahwa Netflix (NFLX) adalah saham dengan valuasi termurah di antara jajaran emiten teknologi top AS jika ditilik dari rasio antara harga saham dengan labanya (rasio P/E). Bahkan, valuasi Netflix saat ini sebesar 24,2 juga “terdiskon” dari rata-rata rasio P/E miliknya dalam lima tahun terakhir, yakni 44,5.

Lebih lanjut, konsensus analis juga memproyeksikan bahwa pendapatan NFLX di kuartal lalu bisa mencapai US$8,54 miliar, tumbuh 7,8% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, untuk membuktikan proyeksi tersebut, Sobat Cuan ada baiknya menyimak laporan keuangan perusahaan yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (18/10).

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Marco Antonius

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
saham AS ahead
The Week Ahead - Saham AS 28 Agustus 2023
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1