Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNew

arrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

NEWS_TITLE

Apa Saja 4 Saham AI Populer di Pasar Saham AS?

Apa Saja 4 Saham AI Populer di Pasar Saham AS?

11 Jul 2023, 7:42 AM·READING_TIME
Kategori
Saham AI

Saham AI belakangan menjadi buah bibir di pasar saham AS. Lantas, apa itu saham AI dan apa saja saham-saham terpopulernya?

Apa itu Saham AI?

Sobat Cuan investor saham Amerika Serikat (AS) mungkin sudah familiar dengan kabar mengenai booming teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Bahkan, meski tidak resmi, kini AI pun menjadi subsektor tersendiri dalam klasifikasi sektoral saham AS di mata investor.

Namun, apa sih artinya saham AI? Sesuai namanya, saham AI adalah saham-saham yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan yang diketahui memperlihatkan minat di teknologi AI. Adapun perusahaan yang dimaksud ada yang memang bergulat langsung di inti teknologi AI atau sarana pendukungnya.

Sekadar informasi, teknologi AI sendiri adalah teknologi kecerdasan buatan berbasis algoritma dan kode pemrograman yang bisa melakukan fungsi-fungsi layaknya manusia normal, misalnya menulis, mengajar, atau berhitung. Algoritma AI sendiri bergantung pada basis data masif yang masuk ke dalam sistem AI sebagai referensi kecerdasan tiruan.

Terdapat dua pendekatan umum dalam pemanfaatan AI oleh perusahaan saat ini. Pertama adalah dengan menggunakan teknologi AI untuk mengoptimalkan layanan teknologi yang sudah ada. Kedua, dengan menjual piranti lunak, keras, jasa, dan sarana lainnya yang dibutuhkan teknologi AI.

Baca Juga: 6 Faktor Mempengaruhi Harga Saham

Mengenal Contoh Saham AI Populer di Pasar Saham AS

Pada dasarnya jumlah perusahaan yang mulai mengadopsi AI sangat banyak. Namun, berikut ini beberapa perusahaan skala besar yang menggawangi inovasi AI sebagai pemain lama.

1. NVidia

Berbicara mengenai teknologi AI rasanya belum afdal kalau tidak berbicara mengenai saham produsen chip Nvidia. Ya, saham perusahaan ini melonjak kencang sejak awal 2023, dan bahkan mengantarkannya sebagai perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar US$1 triliun, gara-gara sentimen teknologi AI.

Memang, Nvidia tidak berfokus pada teknologi AI semata. Namun, produk chip besutannya dianggap kuat untuk memproses basis data jumbo dan mengolahnya menjadi produk teknologi kecerdasan buatan. Terlebih, chip-chip Nvidia kini menjadi standar chip grafis yang digunakan di produk-produk teknologi canggih, seperti teknologi komputasi awan dan kecerdasan buatan.

Di masa depan, tak menutup kemungkinan perusahaan lain akan menggeser standar NVidia. Namun tampaknya dominasi NVidia sebagai salah satu motor database berbasis bahasa pemrograman belum bisa digeser dalam waktu dekat.

2. IBM

Perusahaan teknologi kawakan ini menggawangi masuknya AI ke industri kesehatan. Meski dikenal sebagai provider piranti lunak dan keras pada komputer, dominasi IBM saat ini justru berasal dari inovasinya menyajikan layanan berbasis AI pada industri kesehatan yang mutakhir.

Teknologi IBM membuat layanan kesehatan lebih efisien dan murah. Algoritma pada piranti karya perusahaan ini menciptakan akselerasi proses pembuatan obat, kualitas layanan kesehatan hingga merancang rencana kesehatan individu lewat teknologi AI.

AI membantu IBM mengklaim kembali tahtanya sebagai pemimpin industri teknologi kesehatan. Buktinya, pangsa pasar IBM pada 2020 lalu masih berkisar 17,3%. Dalam dua tahun saja, pangsa pasarnya meroket hingga 

3. Microsoft

Raksasa teknologi Microsoft adalah salah satu perusahaan yang kecipratan berkah paling awal dari hype teknologi AI.

Pada 2019 lalu, perusahaan menginvestasikan US$10 miliar ke perusahaan teknologi AI, OpenAI. Rupanya, OpenAI pun sukses menarik perhatian tiga tahun kemudian lewat produk viralnya, ChatGPT. 

Kesuksesan ChatGPT pun bikin Microsoft tergugah untuk mengintegrasikan seluruh produknya dengan teknologi AI. Sebagai contoh, perusahaan telah mengaitkan teknologi tersebut ke mesin pencariannya Bing sehingga penggunanya pun bisa mendapatkan hasil pencarian secara lebih komprehensif. Bahkan, perusahaan juga akan mengintegrasikan teknologi tersebut ke produk terkenalnya, Microsoft Office.

Di 2023, Microsoft sedang mendalami potensi pemanfaatan AI secara lebih luas termasuk proses dokumentasi layanan kesehatan secara digitak dan efisien.

Baca Juga: Mengapa Harga Saham Sulit Diramal?

4. C3.ai

Jika seluruh perusahaan di atas bermain di "penunjang" teknologi AI, maka C3.ai adalah perusahaan yang benar-benar murni berkecimpung di teknologi AI. 

C3.ai adalah perusahaan produsen perangkat lunak sebagai layanan (Software as a Solution/SaaS) yang membantu dunia usaha dalam mengaplikasikan teknologi AI. Sebagai dampaknya, perusahaan pun bisa menurunkan biaya operasional dan menghindari risiko-risiko bisnis yang ada di depan mata.

Sebagai contoh, angkatan udara AS menggunakan teknologi C3.ai untuk memprediksi kegagalan sistem mesin pesawat, mengidentifikasi suku cadang yang diperlukan, dan memetakan potensi mesin pesawatnya. Keren banget, bukan?

Namun selain itu, perusahaan pun mengembangkan perangkat AI generatifnya tersendiri, yang memungkinkan dunia bisnis untuk mencari dan mendapatkan data-data relevan di sistem informasinya.

Saat ini, C3.ai bisa dibilang sebagai salah satu penggawa teknologi AI di bursa saham AS yang hampir tidak memiliki pesaing langsung. Hal ini menjadikan C3.ai sebagai saham yang tentunya wajib dikoleksi Sobat Cuan jika optimistis dengan masa depan teknologi AI.

Apa Saja Risiko Saham AI?

Ditengah hype dan perkembangannya yang masif, tentunya saham AI punya risiko tersendiri yang patut kamu pahami jika ingin berinvestasi pada lini ini.

1. Sentimen Negatif

Sekelompok peneliti dan pemimpin industri teknologi yang terkumpul dalam organisasi bernama Center of Safety telah mempublikasikan surat terbuka mengenai potensi risiko dari masifnya perkembangan AI. Inti surat terbuka itu cukup menggelitik, yakni perlunya memprioritaskan mitigasi risiko kepunahan umat manusia akibat kecerdasan buatan.

Kelompok yang juga mengikutsertakan nama-nama populer seperti Bill Gates dan Sam Altman ini bahkan menyetarakan besarnya risiko kepunahan akibat AI dengan potensi bahaya dari pandemi dan perang nuklir.

Meski terdengar berlebihan, peringatan tersebut cukup serius mengingat masifnya perkembangan AI beberapa tahun terakhir telah mengubah banyak hal. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa pun sudah menggunakan robot berbasis AI yang menyerupai manusia sebagai sumber dayanya.

Memang, argumen tersebut bisa diragukan kesahihannya. Hanya saja, kabar-kabar miring seperti ini tentu bisa menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga saham AI ke depan.

2. Bubble Saham

Awal tahun ini terjadi fenomena unik dimana perusahan kecil yang mulai mengadopsi AI mengalami lonjakan harga saham secara drastis dalam tempo singkat. Salah satunya BuzzFeed (BZFD) yang naik 85% dalam sehari sejak mengumumkan kerjasamanya dengan OpenAI.

Para analis memandang kenaikan signifikan tersebut tidak sejalan dengan perbaikan fundamental perusahaan. Sehingga, besar kemungkinan harga sahamnya yang melonjak tajam hanya efek dari bubble semata.

Namun, sulit mendeklarasikan bahwa lonjakan harga saham teknologui sebagai bubble. Sebab, kenaikan signifikan sekalipun belum berhasil membuat level harga industri kembali pada era pra pandemi.

Bagaimana Menjadi Investor Saham AI?

Jika kamu tertarik menjadi investor saham AI, kamu tinggal berinvestasi saja di aplikasi Pluang!

Di Pluang, kamu bisa berinvestasi langsung di keempat saham tersebut mulai dari Rp5.000 saja. Selain itu, saham yang kamu dapatkan adalah saham asli, sehingga kamu pun berkesempatan untuk mendulang dividen!

Jadi bagaimana, Sobat Cuan? Sudah siap berinvestasi di saham AI?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Brittanica, tradingview, Investopedia, fool, nerdwallet

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1