Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Ini Manfaat Investasi Saham Amerika bagi Investor!
shareIcon

Ini Manfaat Investasi Saham Amerika bagi Investor!

6 Dec 2022, 7:59 AM·Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Kategori
Ini Manfaat Investasi Saham Amerika bagi Investor!

Memiliki saham AS sering dianggap impian investor sejagat. Namun, apa alasan Sobat Cuan juga harus investasi saham AS? Simak di sini!

Mengenal Investasi Saham AS

Investasi saham di Amerika Serikat (AS) tak pernah sepi peminat. Selain trader yang menguji peruntungan, investor berpengalaman, perusahaan bonafide hingga rintisan pun berlomba meramaikan pasar saham di sana. Maklum, pasar saham AS adalah salah satu yang terbesar dan terpopuler di dunia.

Sebagai buktinya, pasar saham menjadi kediaman bagi 5.000 indeks saham. Beberapa di antaranya memiliki reputasi tinggi, seperti indeks S&P 500, Dow Jones Industrial Average (DJIA), dan Nasdaq. Bahkan, indeks Nasdaq menjadi salah satu indeks dengan jumlah anggota emiten terbanyak yakni 3.500 emiten.

Lebih lanjut, bursa saham New York (New York Stock Exchange/NYSE) didapuk sebagai bursa berbasis ekuitas terbesar di dunia. Kendati kapitalisasi pasarnya kini sebesar US$27,1 triliun sebagai imbas pandemi COVID-19, namun nilainya sempat menembus US$30,1 triliun pada 2018 lalu.

Sebuah ukuran pasar saham yang cukup besar, bukan?

Baca Juga: Apa Sih, Perbedaan Investasi Reksadana dan Investasi Saham?

Apa Saja Isi Indeks Saham AS?

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya. pasar saham AS merupakan pasar terdalam dan teramai di dunia. Apa saja sih isinya? yuk kita bahas beberapa indeks yang meramaikan bursa saham AS.

1. S&P 500

Standard & Poor's 500 adalah indeks yang berisi 500 perusahaan top di bursa saham AS. Emiten yang menjadi anggota indeks saham bergengsi ini dipilih berdasarkan nilai kapitalisasi, likuiditas, klasifikasi sektor, data historis trading, hingga kesehatan keuangannya

Lebih lanjut, indeks S&P 500 tergolong sebagai indeks berbasis market. Maksudnya, naik-turunnya nilai indeks sejalan dengan nilai pasar emiten yang termasuk di dalamnya. Sebagai contoh, jika nilai pasar para emiten S&P 500 terkoreksi 10%, maka nilai indeksnya pun turut terkoreksi 10%.

2. Dow Jones Industrial Average (DJIA)

DJIA adalah salah satu indeks tertua, terpopuler, dan paling sering digunakan di dunia. Di dalamnya terdapat 30 perusahaan paling berpengaruh dengan kapitalisasi pasar terbesar di AS.

Berbeda dengan S&P 500, DJIA merupakan indeks yang berbasis harga. Perhitungannya dilakukan dengan menjumlah haga per lembar saham dari tiap perusahaan yang terdaftar dalam indeks dan membaginya dengan total jumlah emiten dalam indeks DJIA.

Karena berbasis harga, pergerakan DJIA tidak sejalan dengan valuasi pasar meskipun kapitalisasi indeks ini mencapai seperempat dari kapitalisasi pasar saham AS secara keseluruhan.

3. Nasdaq Composite Index

Nasdaq composite terkenal sebagai indeks yang mayoritas berisikan emiten teknologi terkemuka seperti Apple dan Amazon. Tak hanya perusahaan teknologi saja, Nasdaq juga mencatat perusahaan subsektor teknologi seperti piranti lunak, bioteknologi, semikonduktor dan perusahaan non-teknologi lainnya.

Kemudian, sebagaimana dijelaskan di atas , jumlah emiten Nasdaq bahkan jauh melampaui jumlah emiten NYSE. Alasannya ialah karena indeks ini tidak hanya menampung emiten berdomisili Amerika Serikat saja.

Mirip dengan S&P 500, Nasdaq berbasis pada kapitalisasi pasar. Hanya saja, gemuknya jumlah emiten Nasdaq membuat banyak anggotanya merupakan perusahaan kecil yang spekulatif. Sehingga pergerakannya tidak hanya mencerminkan performa perusahaan etknologi melainkan juga perilaku para spekulan di dalamnya.

4. Wilshire 5000

Wilshire 5000 kerap disebut sebagai total stock market index alias indeks total seluruh emiten terdaftar dan berpusat di Amerika Serikat. Dengan kata lain, indeks yang lahir tahun 1974 ini merepresentasikan pasar saham AS secara keseluruhan berikut pergerakan agregatnya.

Meski menjadi representasi pasar saham AS, nyatanya Wilshire 5000 kalah populer dibanding indeks-indeks yang telah dijabarkan sebelumnya.

Baca Juga: Kenali 4 Strategi Ini Biar Cuan Investasi Saham Saat Pasar Anjlok!

Apa Alasan Harus Investasi Saham AS?

Selama ini, saham perusahaan-perusahaan AS dianggap sebagai instrumen aset idola semua investor. Selain karena ukurannya besar, namun tingginya jumlah emiten di dalamnya membuat sektor sahamnya cukup beragam. Akibatnya, investor pun dapat dengan mudah melakukan diversifikasi aset sehingga mereka bisa memiliki peluang cuan dari penjuru manapun.

Namun selain itu, apa sih alasan utama saham AS menjadi tujuan utama investasi para investor? Dan mengapa investor lain perlu menanamkan dananya di saham perusahaan AS? Yuk, simak selengkapnya!

1. Kapitalisasi Pasar Jumbo

Nilai kapitalisasi pasar saham AS bisa membuat mulut menganga. Sebagai gambaran, kapitalisasi pasar NYSE rupanya melebihi gabungan nilai kapitalisasi pasar saham Hong Kong, Tokyo, dan London!

Bagi investor, ukuran kapitalisasi pasar adalah faktor penting sebelum berinvestasi. Pasalnya, semakin tinggi kapitalisasi pasar, maka artinya kondisi pasar keuangan di negara tersebut terbilang cukup dalam. Nah, jika pasar keuangan terbilang dalam, maka pasar saham tersebut tak akan rentan goyah jika diterjang sentimen negatif eksternal seperti kondisi makroekonomi negara tersebut atau situasi yang berasal dari negara lain.

2. Likuiditas Tinggi

Selain itu, bursa saham AS juga memiliki tingkat likuiditas tinggi. Hal tersebut tercermin dari nilai transaksi hariannya yang mencapai US$18,9 miliar per hari pada 2022. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding bursa-bursa saham lainnya di dunia.

Semakin tinggi nilai transaksi harian sebuah pasar saham, maka artinya investor akan semakin mudah menemukan calon pembeli dan penjual potensial di dalamnya.

Sebaliknya, jika nilai transaksi harian suatu pasar saham terbilang mini, maka artinya tingkat likuiditasnya pun rendah. Sehingga, investor pun akan kesulitan mencari penjual atau pembeli saham di dalamnya.

3. Memudahkan Diversifikasi Investasi Saham

Indeks saham AS beranggotakan ribuan emiten yang bergerak di sektor yang berbeda-beda. Nah, hal ini bakal memudahkan investor untuk mengatur portofolio sahamnya. Sebab, investor bisa melakukan diversifikasi saham berbasiskan sektor emitennya.

Hal ini akan memudahkan investor untuk mencari peluang cuan yang lebih baik. Sebagai contoh, investor bisa lebih mudah memilih memfokuskan portofolio pada perusahaan-perusahaan yang punya pertumbuhan tinggi atau memiliki kinerja keuangan stabil.

4. Meraih Cuan Dalam Bentuk Dolar AS

Ketika berinvestasi di pasar saham AS, investor tentu akan mendapatkan dividen atau keuntungan lainnya dalam denominasi Dolar AS.

Hal ini tentu menguntungkan investor yang berasal dari negara dengan nilai mata uang lebih lemah dari Dolar AS, seperti Indonesia, karena mereka akan mendapatkan keuntungan dari perbedaan nilai tukar (currency gain). Mereka pun bisa mendapat cuan lebih baik dalam denominasi Rupiah ketika nilai tukar Rupiah terdepresiasi terhadap Dolar AS.

Di samping itu, investor juga akan mendapat keuntungan lainnya jika mendulang cuan dalam bentuk Dolar AS. Asal tahu saja, Dolar AS dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi. Sehingga, menggenggam Dolar AS diharapkan bisa menjaga nilai kekayaan investor di tengah situasi yang serba tidak pasti.

Tips Investasi Saham AS bagi Pemula

Melihat manfaat investasi saham AS yang bejibun, Sobat Cuan tentu tertarik untuk menanamkan uang di sana, bukan? Namun, sebelum menuju hal tersebut, berikut beberapa tips yang perlu kamu catat jika ingin memulai investasi di pasar saham AS.

1. Pastikan Membali Produk Investasi Terbaik

Meski terdengar klise, memilih produk dan instrumen investasi terbaik sesuai dengan gaya investasi kamu sebetulnya cukup menantang.

Kamu harus melakukan riset yang komprehensif dan mendalam terkait kinerja, profil dan fundamental saham emiten incaranmu. Jangan lupa perhatikan rasio-rasio pentingnya juga ya!

2. Emiten Tunggal Menggiurkan, Tapi...

Para perencana keuangan kerap mengingatkan tingginya risiko membeli saham emiten secara langsung ketimbang membeli indeksnya saja. Meski menggiurkan, saham individual sebuah emiten terbilang lebih berisiko.

Jika tertarik membali saham emiten tertentu secara langsung, maka ada baiknya kamu memiliki analisis yang tepat dan pengetahuan mumpuni terkait kinerja emiten tersebut.

Namun, pemula dalam dunia investasi saham lebih disarankan membeli produk indeks saham AS terlebih dulu sebelum membeli saham tunggal.

3. Diversifikasi Portofolio dalam Investasi Saham

Salah satu trik menyiasati kerugian investasi ialah dengan membuat diversifikasi portofolio. Sehingga, saat salah satu instrumen investasimu sedang berkinerja buruk, kamu masih punya instrumen lain yang bisa diharapkan untuk membuat investasimu tetap cuan.

4. Siap Cuan, Siap juga buat Ciong

Peluang selalu sejalan dengan besaran risikonya. Karenanya, jangan terburu-buru tergiur pada imbal hasil investasi jika kamu belum siap pada risiko loss dari investasi tersebut.

5. Mencoba Market Simulator Sebelum Investasi Saham

Sebelum betul-betul mempertaruhkan dana investasimu pada market yang belum kamu kenali betul, ada baiknya kamu memanfaatkan market simulator terlebih dahulu. Cara ini akan memudahkan kamu untuk familiar pada dinamika pasar tanpa harus mengorbankan sebagian dana investasimu.

6. Konsisten Pada Rencana Investasi

Saat berinvestasi, kamu tentu telah membuat rencana investasi. Instrumen mana yang akan ditahan dalam jangka panjang, mana yang diperlukan pada jangka menengah ataupun pendek.

Konsisten pada rencana investasi ini amat penting. Termasuk jika kamu berkomitmen untuk menyisihkan sejumlah pendapatan bulananmu untuk menambah besarnya kapital yang kamu investasikan.

Bagaimana Cara Investasi Saham AS?

Kini, kamu bisa berinvestasi produk indeks saham AS maupun saham tunggal AS di aplikasi Pluang!

Proses memulainya cukup mudah karena kamu hanya butuh tiga kali klik. Selain itu, kamu bisa membeli saham AS mulai dari 0,1 lembar saja! Tentunya, kamu harus menyelesaikan proses verifikasi dasar (Know Your Customer/KYC) terlebih dulu.

Yuk, mulai investasi saham AS di Pluang sekarang!

Baca Juga: 3 Tips Sukses Cuan dalam Investasi Saham

Download Pluang di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, Reuters, HL, Schwab

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
investasi
Sobat Cuan, Begini Lho Cara Jitu Screening Saham Favoritmu!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1