pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Insight: Bak Film, Raihan Laba Disney Berakhir 'Happy Ending'

Sebagai salah satu perusahaan hiburan tertua di AS, Walt Disney wajib melancarkan jurus-jurus jitu demi mendulang laba mumpuni di tengah ketatnya persaingan industri hiburan sepanjang tahun lalu. Lantas, apakah upaya perusahaan sepanjang tahun lalu punya akhir happy ending? Atau justru berakhir tragis? Simak selengkapnya di Pluang Insight berikut!

Profile Walt Disney

Walt Disney adalah konglomerasi yang bergerak di bidang hiburan asal Amerika Serikat yang berdiri hampir 1 abad lalu, tepatnya pada 1923.

Pada awalnya, perusahaan bergerak di bidang produksi animasi. Namun, lambat laun, perusahaan pun mengembangkan sayapnya dengan memiliki rumah produksi mandiri. Bahkan, perusahaan juga menaungi rumah produksi terkenal seperti Pixar, Marvel, dan Lucasfilm.

Dari aktivitas tersebut, perusahaan memiliki hak paten untuk beberapa karakter fiksi populer, seperti tokoh kartun tikus Mickey Mouse hingga tokoh Star Wars Luke Skywalker.

Selain itu, perusahaan juga memiliki usaha taman rekreasi yang tersebar di seantero dunia dengan merek Disneyland dan Disneyworld. Tak ketinggalan, mereka juga berbisnis resor dan kapal pesiar yang ditujukan bagi mereka yang doyan pelesiran.

Lini bisnis perusahaan kian menggurita dengan menghadirkan layanan streaming digital beberapa tahun yang lalu.

Baru-baru ini, perusahaan mengorganisir empat segmen usaha menjadi satu segmen baru yang disebut segmen Direct-to-Consumer and International. Di segmen ini, Disney menggabungkan 2 produk over the top miliknya, ESPN+ dan Disney SVOD service, menjadi satu segmen baru dan menggabungkan bisnis resor dan taman hiburan ke dalam satu segmen baru.

Baca juga: Pluang Insight: Bisnis Kian Menggurita, Laba Amazon Terbang 350%!

Tren Pendapatan Walt Disney

Perseroan membukukan pendapatan US$21,8 miliar di kuartal IV 2021, bertumbuh 18% dibandingkan kuartal sebelumnya atau 34% jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Mujur bagi Disney, raihan ini berada di atas ekspektasi analis yakni US$20,9 miliar.

Segmen streaming terbilang menjadi penopang utama pendapatan Disney di triwulan lalu.

Perseroan mencetak rata-rata pendapatan per pengguna (Average Revenue per User/ARPU) sebesar US$6,88 di kuartal IV 2021. Ternyata, angka ini tumbuh US$1,08 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Prestasi itu pun tak lepas dari buah kerja keras perusahaan yang mampu menggaet 11,8 juta pelanggan baru Disney+ di kuartal lalu alias jauh lebih kinclong ketimbang estimasi analis yakni 8,2 juta pelanggan saja.

Saking moncernya pendapatan di segmen streaming, Chief Financial Officer (CFO) Christine McCarthy mengatakan bahwa perseroan akan berekspansi besar-besaran di Disney+ pada kuartal II tahun ini. Pasti Sobat Cuan gak sabar kan menanti film-film baru yang keren untuk menemanimu ngabuburit pada Ramadan nanti?

Selain dari divisi streaming, pertumbuhan pendapatan Disney juga ditopang dari divisi taman rekreasinya. Bahkan, pendapatan resornya lompat dua kali lipat dibandingkan waktu pandemi COVID-19.

Hal ini terjadi berkat inovasi perusahaan bernama Genie+. Dengan produk tersebut, pelanggan Disney Park bisa memotong waktu antrean masuk resor dan taman milik Disney hanya dengan membayar tarif ekstra.

Tren Laba Bersih Disney

Disney mencetak laba per saham sebesar US$1,1 per lembar di kuartal IV lalu. Serunya, raihan tersebut jauh lebih tinggi ketimbang estimasi analis yakni US$0,57 per lembar!

Oleh karenanya, tak heran jika saham Disney kemudian diburu oleh investor. Nilai sahamnya pun auto lompat 7% setelah berakhirnya sesi perdagangan Rabu (9/2).

Konon, analis sebelumnya memasang estimasi rendah terhadap laba Disney lantaran perusahaan dianggap tidak begitu berkomitmen untuk nyemplung ke bisnis streaming. Di samping itu, analis juga sempat pesimistis terhadap pertumbuhan pelanggan baru Disney+ mengingat pesaingnya, Netflix, membukukan penurunan jumlah subscribers baru tahun lalu.

Hanya saja, hadirnya film Encanto pada Desember lalu bikin jumlah pelanggan Disney+ naik pesat. Hasilnya, laporan keuangan Disney pun ibarat film Encanto, yakni berakhir dengan happy ending.

Kemudian, bisnis taman hiburan pun mengalami pemulihan yang cukup tajam. Sebab, masyarakat sudah tidak sabar untuk kembali merasakan serunya wahana di taman bermain. Apalagi, penyebaran COVID-19 di beberapa negara pada tahun lalu tidak separah pada 2020.

Baca juga: Pluang Insight: Metaverse Belum Naik Daun, Laba Facebook Jadi Culun

Valuasi dan Rekomendasi

Berdasarkan rasio perusahaan terhadap penjualannya (EV to sales), valuasi saham Disney saat ini berada di level 4.5x EV to Sales. Harga saham ini sejatinya lebih mahal dibanding rata-rata industri, namun masih jauh lebih murah dibandingkan rivalnya Netflix yang berada di tingkat 6,3x.

Meski punya valuasi yang murah, saham Disney sejatinya punya keunggulan lebih dibanding Netflix. Sebab, Disney memiliki diversifikasi usaha yang lebih beragam dibanding Netflix, mulai dari resor, rumah produksi, taman hiburan, hingga hak paten karakter fiksi.

Oleh sebab itu, tak heran jika para analis memberikan rating BUY atas saham Disney dengan target harga saham di sekitar US$193 pada akhir tahun nanti.

Hanya saja, Pluang melihat bahwa maraknya virus COVID-19 varian Omicron dan kebijakan pelonggaran pemakaian masker di beberapa negara akan berdampak buruk bagi bisnis resor dan taman bermain Disney. Sehingga, katalis paling kuat bagi kinerja bisnis perusahaan di tahun ini adalah perilisan film-film anyar.

Tampaknya, perseroan pun sadar bahwa perilisan film-film baru akan bikin laba Walt Disney happy ending menutup 2022. Hal ini tercermin dari aksi perusahaan yang menggelontorkan US$33 miliar untuk memproduksi film sepanjang semester I 2022.

Apakah kamu jadi tertarik berinvestasi saham Disney, Sobat Cuan?

Dapatkan CFD Saham Disney di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES